MerahPutih.com - Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah belum membuahkan hasil. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan gagal terbentuk karena pertumbuhan awan di atmosfer wilayah tersebut sangat rendah.
Baca juga:
Menko Polkam Larang Pemprov Kalteng-Kalbar Terbitkan Izin Pembakaran Buka Kebun Baru
OMC sempat dilakukan sekali dengan menyebarkan 800 kilogram garam selama dua jam delapan menit. Namun, hasilnya nihil.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah masih mengandalkan operasi darat dan udara,
kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, di Jakarta, Rabu (2/9).

Ilustrasi: Petugas mengangkut garam (NaCl) menuju pesawat BNPB Cessna PK-ALA di landasan parkir Posko Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bandara Sultan Thaha, Jambi, Selasa (9/6/2026).
10.700 Personel, 50 Titik Api
BNPB mencatat, operasi darat melibatkan 10.700 personel satuan tugas di 10 kabupaten/kota: Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.
Operasi udara menggunakan dua armada dengan durasi penerbangan tiga jam 12 menit. Namun, tidak dilakukan water bombing, sehingga tidak ada air yang dicurahkan dari udara.
Hingga 1 September 2026, BNPB mencatat 50 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 77 hektare, sementara lahan yang berhasil dipadamkan mencapai lebih dari 48 hektare.
Berton menambahkan, empat helikopter berada dalam kondisi siaga, sedangkan satu helikopter water bombing menjalani perawatan.
Baca juga:
RI Buka Ruang Udara Kalimantan, Malaysia Susun Strategi Serangan Gabungan Modifikasi Cuaca Karhutla
Kualitas Udara Masuk Ketegori Tidak Sehat, Siswa Tetap Belajar Tatap Muka
Kondisi karhutla di Kalteng juga berdampak pada kualitas udara di wilayah terdampak. BNPB mencatat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat
Jarak pandang sekitar tiga kilometer,
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan
Meski kualitas udara menurun, aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah tetap berjalan normal. Dilansir Antara, kegiatan belajar mengajar siswa sekolah Kalteng juga masih dilakukan secara tatap muka langsung di kelas. (*)