Hitungan Celios Dampak Kerugian Karhutla Capai Rp 123,1 Triliun, Izin Usaha Proyek PSN Perlu Dievaluasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Hitungan Celios Dampak Kerugian Karhutla Capai Rp 123,1 Triliun, Izin Usaha Proyek PSN Perlu Dievaluasi

Petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). Hingga Selasa (25/8)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Potensi dampak ekonomi dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menurut versi Center of Economic and Law Studies (Celios) dengan perkiraan total biaya ekonomi dan kesehatan akibat karhutla sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai sekitar Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun.

Angka Rp 123,1 triliun ini setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah tahun 2026. Dalam perhitungannya, kerugian ekonomi dari hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi seperti perdagangan, pertanian, akomodasi, serta makanan dan minuman akibat asap dan gangguan produksi mencapai Rp 29,54 triliun, atau sekitar 0,23 persen dari PDB nasional.

Secara wilayah, Kalimantan Barat mencatat dampak nominal terbesar yakni Rp 5,7 triliun, disusul Papua Barat Rp 4,3 triliun dan Nusa Tenggara Timur Rp 2,8 triliun. Celios juga memperkirakan dampak karhutla berpotensi mengurangi penerimaan negara dari pajak bersih daerah sekitar Rp 269,86 miliar akibat karhutla pada 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi karhutla dapat menjalar ke daerah lain melalui keterkaitan antarsektor, termasuk industri pengolahan kayu, pulp and paper, hingga furnitur. Sementara itu, dari sisi kesehatan, Celios memperkirakan skenario masyarakat yang terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terdapat potensi 1,78 juta orang terdampak dengan total biaya kesehatan sekitar Rp 9,75 triliun.

Baca juga:

457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mendorong pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar risiko kebakaran lahan sekaligus potensi kerugian ekonomi dapat ditekan.

"Karhutla bukan semata anomali cuaca Super El-Nino, tapi juga ulah korporasi, rentannya lahan gambut akibat industri ekstraktif menjadi pemicu utama, sementara kekeringan panjang hanyalah pra-kondisi," kata Bhima dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Perubahan pola karhutla yang mulai menjangkau wilayah di luar episentrum kebakaran selama ini menuntut pemerintah melakukan penyesuaian strategi pencegahan. Selama ini strategi pencegahan karhutla terlalu terfokus pada moratorium izin di lahan gambut Sumatra-Kalimantan. Tapi data 2026 menunjukkan ancaman sudah merambat ke lahan gambut di Papua Selatan.

Bhima mendesak pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional Karhutla 2026. Bhima juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha, khususnya perkebunan sawit dan pertambangan, termasuk kegiatan yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Audit tersebut, perlu diikuti dengan penegakan hukum dan keterbukaan hasil evaluasi kepada publik. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat perlindungan masyarakat terdampak melalui penyediaan tempat pengungsian yang aman serta dukungan evakuasi medis bagi kelompok rentan. “Keselamatan rakyat adalah prioritas,” ujarnya.

Bhima menilai pemulihan ekosistem perlu menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla. Ia mendorong pembentukan tim pemulihan ekosistem terpadu yang dapat mengintegrasikan upaya restorasi dengan evaluasi terhadap aktivitas usaha yang menjadi penyebab kebakaran.

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kebakaran #Kebakaran Hutan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Indonesia
Helikopter MI-17 Dikerahkan Padamkan Karhutla Jambi, Fokus ke Taman Nasional Berbak dan Tahura Orang Kayo Hitam
TNI Angkatan Darat mengerahkan satu unit helikopter MI-17 untuk membantu pemadaman karhutla di Jambi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Helikopter MI-17 Dikerahkan Padamkan Karhutla Jambi, Fokus ke Taman Nasional Berbak dan Tahura Orang Kayo Hitam
Indonesia
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Jarak Pandang Turun Akibat Karhutla, Penerbangan ke Batam Ditunda
Penerbangan tersebut kembali beroperasi setelah kondisi cuaca di lokasi dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan (cleared for flight operation).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jarak Pandang Turun Akibat Karhutla, Penerbangan ke Batam Ditunda
Dunia
Greta Thunberg Soroti Karhutla Kalimantan, Serukan Solidaritas Internasional
Aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, ikut menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Greta Thunberg Soroti Karhutla Kalimantan, Serukan Solidaritas Internasional
Indonesia
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Tiga jenazah korban karhutla Bromo yang meninggal dunia dievakuasi dievakuasi menuju RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk dilakukan auptosi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Indonesia
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Indonesia
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Kepolisian telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Indonesia
Singapura Lakukan Penyelidikan dan Tindakan Hukum terhadap Penyebab Karhutla di Indonesia
Singapura akan menggunakan UU Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Singapura Lakukan Penyelidikan dan Tindakan Hukum terhadap Penyebab Karhutla di Indonesia
Bagikan