MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di ibu kota selama dua bulan, yakni Juli hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan Pramono, terdapat 217 kejadian kebakaran pada Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 240 peristiwa kebakaran pada Agustus 2026.
"Berdasarkan hasil laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pada bulan Juli sampai dengan Agustus di Jakarta terjadi kebakaran 457 kejadian kebakaran," kata Pramono saat memimpin Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).
Baca juga:
29 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan Padamkan Rumah Terbakar di Paseban Senen Jakpus
Korsleting Listrik Jadi Penyebab Dominan
Pramono menuturkan, dugaan penyebab terbanyak kebakaran berasal dari korsleting listrik dengan jumlah 169 kejadian.
Sementara itu, sampah menjadi objek yang paling banyak terbakar dengan 122 kejadian. Kondisi tersebut antara lain dipicu keteledoran warga yang membuang puntung rokok sembarangan.
Dugaan yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik. Kemudian yang kedua adalah pembakaran sampah, dan juga ada beberapa yang terjadi karena keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pramono Minta Pengawasan Diperkuat
Lebih lanjut, Pramono mengatakan pengawasan terhadap titik-titik yang rawan kebakaran perlu diperkuat. Edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan kebakaran juga harus terus ditingkatkan.
Baca juga:
Kebakaran Pabrik Bingkai di Jaktim Sebabkan Macet Parah, Dishub Berlakukan Rekayasa Lalin
Selain itu, Pramono meminta keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RW di Jakarta dipastikan tersedia.
"Sedangkan untuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR), saya meminta setiap RW memilikinya, karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya," pungkasnya. (Asp)