MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, Jakarta saat ini menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah setiap hari atau sekitar 3,17 juta ton per tahun.
Menurut Pramono, persoalan sampah di Ibu Kota tidak mungkin diselesaikan tanpa keterlibatan dan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam penanganan masalah persampahan di Jakarta.
"Dulu polanya adalah angkut-buang. Sekarang menjadi pilah-angkut-olah. Perubahan prinsip ini tentunya memerlukan keseriusan dan kerja sama kita semua agar bisa berjalan dengan baik," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (1/9).
Baca juga:
Gerakan Pilah Sampah Mulai Menunjukkan Hasil
Pramono mengatakan, gerakan pilah sampah yang dicanangkan pada 10 Mei 2026 mulai menunjukkan hasil.
Persentase rumah tangga yang memilah sampah meningkat dari 5,31 persen menjadi 23,14 persen.
Pengelolaan sampah organik melalui bank sampah juga mengalami peningkatan. Volume sampah yang dikelola naik dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton.
Pada saat yang sama, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berkurang sekitar 500 ton per hari.
Diperlukan keseriusan dan keberlanjutan dari komunitas dalam pelaksanaan gerakan pilah sampah. Gerakan ini dan penanganan persoalan persampahan di Jakarta memang betul-betul harus kita tangani secara komprehensif,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Persoalan Sampah Harus Jadi Agenda Rutin
Pramono juga menekankan pentingnya konsistensi dan pengawasan agar perubahan pola pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia bahkan meminta persoalan persampahan menjadi agenda rutin yang dibahas di lingkungan Balai Kota.
Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan. Perubahan harus dilakukan sejak dari sumber hingga proses pengolahan.
RDF Rorotan Olah hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Selain mengurangi sampah dari sumber, Pemprov DKI terus mengembangkan fasilitas pengolahan sampah.
Salah satunya RDF Rorotan yang saat ini mampu mengolah sekitar 800 hingga 1.000 ton sampah per hari.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.
Baca juga:
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Pramono menyebut penanganan sampah juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas lingkungan dan kebijakan transportasi Jakarta.
Penanganan sampah dengan strategi yang komprehensif memberikan multiplier effect, antara lain menurunkan polusi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Asp)