Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa bulan Juli 2026, neraca dagang Indonesia surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS, dengan ekspor USD 26,22 miliar yang naik 6,05 secara tahunan, dan impor USD 26,09 miliar yang naik 27,02 persen secara tahunan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis Neraca Perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus secara berkelanjutan setelah pada Juli 2026 kembali surplus 0,12 miliar dolar AS.

Harapan kita ya sampai seterusnya menjadi surplus lagi,

ujar Budi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (2/9).

Capaian surplus pada Juli 2026 menjadi perkembangan positif setelah neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2026. Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari-Juli 2026 juga masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,43 persen.

Baca juga:

Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk

Salah satu faktor yang sebelumnya memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan adalah tingginya harga minyak dunia pada Maret-April 2026 yang sempat berada di atas USD 100 per barel.

Budi berharap harga minyak dapat lebih terkendali sehingga tidak memberikan tekanan besar terhadap neraca terhadap neraca perdagangan Indonesia, mengingat kebutuhan minyak dalam negeri yang cukup besar.

Di sisi lain, ia menegaskan surplus perdagangan sektor nonmigas masih terus berjalan. Tekanan terhadap neraca perdagangan terutama berasal dari defisit sektor migas.

Memang surplus non-migas kita terus berjalan. Kita kan karena defisit migasnya aja, tapi surplus non-migas tetap jalan ya,

kata Budi.

Budi menegaskan, pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor. Di mana, target pemerintah bukan sekadar menjaga neraca perdagangan tetap surplus hingga akhir 2026, melainkan mempertahankan surplus tersebut secara berkelanjutan.

Target kita begitu, kita maunya nggak sampai akhir tahun, sampai seterusnya,

imbuhnya.

Baca Artikel Asli