MERAHPUTIH.COM — ARIANA Grande mengakhiri penampilannya dengan penuh emosi pada Selasa (1/9) malam di London. Grande baru saja menuntaskan tur Eternal Sunshine, sekaligus bersiap untuk mengurangi aktivitasnya di ruang publik.
Penyanyi tersebut beberapa kali tampak hampir menitikkan air mata, terutama saat membawakan lagu One Last Time, yang memiliki makna khusus karena menjadi salah satu lagu yang diasosiasikan dengan para penyintas serangan teror Manchester 2017.
"London, saya butuh bantuan kalian untuk yang satu ini," kata Grande sambil berlutut mendekati penonton sepanjang penampilannya.
Bulan lalu, Grande mengumumkan akan mengambil jeda dari seluruh penampilan publiknya di masa mendatang setelah berbulan-bulan menjadi sasaran spekulasi intens mengenai kesehatan dan penampilannya. Keputusan untuk mengurangi aktivitas publik tersebut juga membuat Grande mengundurkan diri dari produksi drama musikal karya Stephen Sondheim, Sunday in the Park with George, yang dijadwalkan dipentaskan di Barbican, London, musim panas mendatang.
Grande sebelumnya dijadwalkan tampil bersama lawan mainnya dalam film Wicked, Jonathan Bailey. Namun, Bailey juga mengundurkan diri dari produksi tersebut pada Selasa.
Saat tampil di London, seperti dikabarkan BBC, Grande tidak menunjukkan tanda-tanda kerapuhan atau masalah kesehatan, selain cedera pada kakinya yang membuatnya harus mengganti sepatu hak tinggi khasnya dengan sejumlah sepatu bot platform setinggi lutut. Meski demikian, ia tetap melompat dan bergerak melintasi panggung mengikuti koreografi para penarinya. Grande bahkan kerap berjinjit untuk mengimbangi tinggi badan yang biasanya diperoleh dari sepatu hak tingginya.
Menjelang akhir pertunjukan, Grande menyampaikan terima kasih kepada para penggemarnya atas dukungan mereka.
"Ini merupakan salah satu pengalaman paling indah dan luar biasa dalam hidup saya, dan saya hanya ingin mengungkapkan rasa terima kasih tanpa menangis tersedu-sedu," katanya.
Grande kemudian mengapresiasi setiap pengalaman yang ia dapat selama tur tersebut. Menurutnya, ia punya penggemar terbaik di seluruh dunia.
“Terima kasih atas semua usaha kalian dan karena terus membuat semua ini begitu istimewa. Saya menikmati setiap menit bersama kalian semua dan saya hanya ingin memastikan bahwa saya menyampaikan betapa bersyukurnya saya,” katanya.
Baca juga:
Menetapkan Batasan
Grande mengumumkan masa hiatusnya bulan lalu, tak lama setelah merilis video musik untuk single terbarunya, Petal. Video itu bahkan membuat sejumlah penggemar mengungkapkan kekhawatiran mengenai berat badannya.
Salah seorang pengguna X menulis bahwa penyanyi berusia 33 tahun itu menjadi sangat kurus hingga orang-orang benar-benar khawatir.
Dua hari kemudian, humas Grande mengumumkan bahwa sang penyanyi akan mengurangi eksposur publik akibat sorotan publik yang tiada henti dan terus berlangsung.
Kepada majalah People, seorang sumber yang dekat dengan Grande mengatakan sang penyanyi menjalani pertunjukan yang sangat menguras fisik dengan sehat dan sukses pada level yang sangat tinggi setiap malam. Grande sendiri berusaha meyakinkan para penggemarnya pada malam berikutnya. Ia mengatakan keputusannya diambil dari tempat yang penuh pertimbangan dan pemberdayaan diri serta telah direncanakan sejak lama.
"Saya mendengar bahwa penggemar saya khawatir hal-hal negatif telah merusak segalanya bagi saya, tetapi kenyataannya justru sangat berlawanan," katanya di atas panggung di Chicago.
"Batasan perlu ditetapkan. Manusia juga terkadang membutuhkan istirahat,” tegasnya.
Sebelum pengumuman hiatus tersebut, Grande bahkan telah menyebut tur Eternal Sunshine, yang dimulai di Amerika Serikat pada Juni, sebagai ‘satu perayaan terakhir’. Ia mengatakan ingin mengambil lebih banyak peran akting setelah penampilannya dalam Wicked yang mendapat nominasi Oscar.
Hal itu membuat rangkaian 10 pertunjukan Grande di O2 Arena London menjadi kesempatan terakhir bagi banyak penggemarnya untuk menyaksikan penampilannya secara langsung. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia, mulai dari China dan Australia hingga berbagai kota di seluruh Eropa. Sebanyak 200.000 orang menghadiri seluruh rangkaian pertunjukan Grande di London.
Pada malam kedua, Grande mengejutkan penonton dengan mengundang lawan mainnya di Wicked, Cynthia Erivo, untuk membawakan lagu duet mereka dalam film tersebut, For Good.(dwi)
Baca juga:
Album 'Petal' Ariana Grande Puncaki Billboard 200, Lagu 'Nowhere, Nobody' Jadi Sorotan di Medsos