Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mahasiswa Wajib Perkuat Benteng Pertahanan Diri dari Paham Radikal

Luhung Sapto - Sabtu, 06 Mei 2017

Paham radikal terorisme menyusupi beberapa kampus di Indonesia. Mahasiswa dan generasi muda Indonesia wajib memiliki pertahanan diri.

Menurut Ketua Umum GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas kelompok-kelompok radikal menularkan ajarannya, baik radikal terorisme dan khilafah, dengan tujuan merusak persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat ini sudah ada kampus yang justru menjadi basis kelompok yang ingin memecah belah NKRI dengan tujuan mendirikan negara khilafah. Ini harus diwaspadai. Kalau adik-adik mahasiswa dan generasi muda tidak mempunyai benteng pertahanan dari kelompok radikal terorisme ini, risikonya sangat besar yaitu perpecahan NKRI," katanya saat dihubungi Sabtu (6/5).

Seperti diketahui beberapa waktu, digelar Deklarasi Khilafah yang diadakan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB bekerja sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) chapter kampus IPB. Menurut Yaqut kegiatan ini jelas telah bertentangan dengan NKRI dan seharusnya pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan segera bertindak dengan membubarkan HTI. Tapi faktanya, sejauh ini belum ada tindakan nyata untuk membubarkan HTI, yang jelas-jelas ingin mendirikan negara khilafah.

"Saya juga bingung apa sih yang ditunggu sehingga penanganan HTI ini terkesan lamban. Inilah yang bisa menimbulkan banyak spekulasi. Padahal jelas mereka menolak HTI," ungkap Gus Tutut, panggilan karib Yaqut Cholil Qoumas.

Ia khawatir bila hal ini terus dibiarkan, akan muncul spekulasi jangan-jangan HTI ini 'mainan' yaitu ada internal negara untuk kepentingan mereka seperti untuk mengkonsolidasi umat islam untuk merebut kekuasaan. "Agar tidak muncul spekulasi itu, ya secepatnya HTI harus dibubarkan. Toh mereka itu gak ngaruh dan gak punya jasa sama sekali pada republik ini," tukas Gus Tutut.

Baca Artikel Asli