10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Kepolisian terus hadir menyalurkan bantuan dan melakukan pendampingan pascabencana, Minggu (11/1).
MerahPutih.com - Kondisi Aceh, terutama Aceh Tamiang masih belum pulih akibat banjir yang melanda Kawasan itu di akhir tahun 2025.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melepas 10.000 mahasiswa relawan bencana Sumatera dari berbagai perguruan tinggi untuk terjun langsung mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Baharuddin mengatakan pelepasan 10 ribu mahasiswa relawan bencana Sumatera itu dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman di Auditorium Unimed.
Kegiatan tersebut, bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai upaya memastikan keberlanjutan kolaborasi dan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Baca juga:
Jalan Daan Mogot Macet Parah, 4 Pompa Bergerak Dikerahkan Buat Tangani Banjir
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek, seluruh perguruan tinggi peserta, mitra kebencanaan, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya program itu. Semoga Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Utara Tahun 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan, keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.
Bagi Unimed, kepercayaan itu sejalan dengan komitmen sebagai kampus berdampak, yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tridarma Perguruan Tinggi.
"Keterlibatan universitas negeri dan swasta, politeknik, serta institusi kesehatan, dalam program itu menunjukkan bahwa upaya pemulihan bencana membutuhkan kolaborasi lintas institusi dan pendekatan multidisipliner, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan sosial masyarakat," katanya.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyebutkan keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.
Penyebaran mahasiswa terbanyak di Aceh yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara di Sumatera Utara ada di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan di Sumatera Barat adalah di Kabupaten Agam
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Nekat Terjang Banjir 50 Sentimeter, Motor-Motor Tumbang di Daan Mogot
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Kembali Genangi Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakbar
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Jalan Daan Mogot Macet Parah, 4 Pompa Bergerak Dikerahkan Buat Tangani Banjir
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan, Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Banjir Jakarta Pagi Ini, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Luapan Kali Ciliwung, 17 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir
11 RT di Jakarta Kebanjiran, Rabu (28/1) Petang
DPRD DKI Sebut Banjir Jakarta akibat Tata Ruang Kota yang Rusak