Mahasiswa Wajib Perkuat Benteng Pertahanan Diri dari Paham Radikal
Ribuan massa dari HTI saat menggelar aksi demonstrasi . (MP/Fadli)
Paham radikal terorisme menyusupi beberapa kampus di Indonesia. Mahasiswa dan generasi muda Indonesia wajib memiliki pertahanan diri.
Menurut Ketua Umum GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas kelompok-kelompok radikal menularkan ajarannya, baik radikal terorisme dan khilafah, dengan tujuan merusak persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saat ini sudah ada kampus yang justru menjadi basis kelompok yang ingin memecah belah NKRI dengan tujuan mendirikan negara khilafah. Ini harus diwaspadai. Kalau adik-adik mahasiswa dan generasi muda tidak mempunyai benteng pertahanan dari kelompok radikal terorisme ini, risikonya sangat besar yaitu perpecahan NKRI," katanya saat dihubungi Sabtu (6/5).
Seperti diketahui beberapa waktu, digelar Deklarasi Khilafah yang diadakan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB bekerja sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) chapter kampus IPB. Menurut Yaqut kegiatan ini jelas telah bertentangan dengan NKRI dan seharusnya pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan segera bertindak dengan membubarkan HTI. Tapi faktanya, sejauh ini belum ada tindakan nyata untuk membubarkan HTI, yang jelas-jelas ingin mendirikan negara khilafah.
"Saya juga bingung apa sih yang ditunggu sehingga penanganan HTI ini terkesan lamban. Inilah yang bisa menimbulkan banyak spekulasi. Padahal jelas mereka menolak HTI," ungkap Gus Tutut, panggilan karib Yaqut Cholil Qoumas.
Ia khawatir bila hal ini terus dibiarkan, akan muncul spekulasi jangan-jangan HTI ini 'mainan' yaitu ada internal negara untuk kepentingan mereka seperti untuk mengkonsolidasi umat islam untuk merebut kekuasaan. "Agar tidak muncul spekulasi itu, ya secepatnya HTI harus dibubarkan. Toh mereka itu gak ngaruh dan gak punya jasa sama sekali pada republik ini," tukas Gus Tutut.
Bagikan
Berita Terkait
Yayasan JHL Merah Putih Kasih Beri Bantuan Biaya Pendidikan ke Mahasiswa Lintas Fakultas Universitas Hasanuddin
KPK Beberkan Alasan belum Tahan Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji
Gus Yaqut Tepis Tudingan Bos Maktour soal Pembagian Kuota Haji Khusus
Penuhi Panggilan KPK, Gus Yaqut Jadi Saksi untuk Gus Alex di Kasus Kuota Haji
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji di KPK
KPK Kembali Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka, Komisi VIII DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Jadikan Eks Menag Gus Yaqut Tersangka, Kuasa Hukum Tegaskan Kliennya Selalu Kooperatif