Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Legislator Kebon Sirih Soroti Lokbin Pasar Minggu yang Dekat TPS

Angga Yudha Pratama - Senin, 29 April 2024

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta lebih memperhatikan lokasi binaan (lokbin) Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pasalnya, lokbin tersebut berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (TPS) di daerah itu.

"Lokbin itu butuh perhatian karena memang masalah persampahan di situ sangat meresahkan,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, Senin (19/4).

Baca juga:

4 Orang Jadi Korban Bangunan Roboh di Pasar Minggu, Kerugian Capai Ratusan Juta



August menilai lokbin yang berada di kawasan Jakarta Selatan itu dekat dengan sampah sehingga masyarakat enggan berkunjung karena kotor dan berbau.

"Mungkin nanti ibu kepala Dinas PPKUKM DKI bisa turun ke Pasar Minggu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Elisabeth Ratu Rante Allo membenarkan kondisi lokbin di Pasar Minggu masih kurang layak dan sepi kunjungan pembeli.

“Lokbin Pasar Minggu sangat setuju itu sangat prihatin. Kasudin sudah bersurat ke saya bahwa memang tempat itu sudah tidak diminati oleh UMKM,” ucap Ratu.

Baca juga:

Polisi Bakal Datangi Pemilik Bangunan Selidiki Penyebab Kebakaran di Mampang


Ia menyatakan dalam waktu dekat akan melakukan berbagai macam inovasi untuk menata kembali lokbin dan para pedagang di Pasar Minggu itu.

Berdasarkan jumlah pasar yang dikelola PD Pasar Jaya menurut kota administrasi dan potensi pasar yakni sebanyak 151 pasar hingga 2021.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi bersama Paguyuban Lokasi Sementara (Loksem) dan Lokasi Binaan (Lokbin) serta para pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis (29/2).

Baca juga:

7 Tewas, Kabakaran Ruko Mampang Diduga Akibat Ledakan Kompresor


Rapat tersebut menghadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), guna membahas kenaikan tarif sewa yang alami kenaikan secara signifikan.

Para pedagang di loksem dan lokbin keberatan dengan penetapan tarif sewa sebesar Rp350.000, sebelumnya hanya Rp110.000 per bulan.

Baca Artikel Asli