Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem

Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026

MerahPutih.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, mengecam keras kasus kekerasan di daycare yang menyiksa anak-anak dan balita. Penanganan kasus tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku semata.

“Jangan hanya tangkap pelaku di lapangan. Bongkar sistem yang membiarkan ini terjadi. Jangan tutup mata pada sistem yang gagal,” kata Maman kepada wartawan, Selasa (8/4).

Menurut Dewan Syuro DPP PKB itu, kasus ini menunjukkan adanya masalah lebih dalam dari sekadar perilaku individu. Ia menilai lemahnya pengawasan negara terhadap lembaga daycare yang semakin menjamur di perkotaan menjadi faktor utama.

Baca juga:

Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare

Dorongan Evaluasi Menyeluruh

Maman menyoroti ironi yang dihadapi orang tua: kebutuhan ekonomi memaksa mereka menitipkan anak, tetapi negara belum hadir serius memastikan standar keamanan dan kelayakan lembaga pengasuhan.

“Orang tua menitipkan anak untuk dijaga, bukan untuk disakiti. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ini pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” ujarnya.

Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap daycare kini berada di titik rawan. Tanpa perbaikan nyata, bukan hanya rasa aman yang hilang, tetapi juga legitimasi negara dalam melindungi kelompok paling rentan.

“Kalau negara tidak segera membenahi ini, kita sedang membiarkan tragedi yang sama menunggu korban berikutnya,” tutur Maman.

Baca juga:

44 Persen Daycare Beroperasi di Indonesia Tidak Memiliki Izin

Kegagalan Sistem

Legislator itu juga mempertanyakan bagaimana praktik kekerasan bisa berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu tertentu. Menurutnya, celah pengawasan, lemahnya kontrol perizinan, serta tidak adanya standar ketat terhadap pengasuh membuat kasus serupa berulang.

Alih-alih melihat kasus ini sebagai insidental, Maman mendorong pemerintah menjadikannya pintu masuk untuk evaluasi menyeluruh tata kelola daycare di Indonesia.

“Kalau kasus seperti ini terus berulang, berarti ada yang salah dengan sistemnya. Dan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan memenjarakan pelaku,” tandasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli