Kepala Lapas Tanjung Gusta Medan, Asep Syarifuddin mengaku kecolongan karena warga binaannya Togiman alias Toge terpidana mati kasus narkotika kembali diciduk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dari dalam Lapas karena terlibat penyelundupan sabu-sabu seberat 25 kilogram.
Padahal, kata Asep, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin meminimalisir peredaran dan pengendalian narkoba.
"Kalau dibilang kecolongan pasti saya merasa kecolongan karena sudah berusaha semaksimal dan juga ada penggeledahan rutin di Lapas. Mungkin saja misalanya, warga binaan (Toge) itu mengendalikan narkoba karena hukuman jika ada kasus lainnya di Medan, dia pikir tidak bisa dipindahkan secepatnya ke Nusakambangan," kata Asep kepada wartawan, Senin (22/05).
Lebih lanjut Asep jelaskan, secara keamanan pihaknya sudah melakukan sama seperti warga binaan lain tidak ada perlakuan dan fasilitas khusus. Dengan diciduknya kembali Toge di dalam Lapas, pihaknya akan memperketat pengamanan dan penggeledahan.
"Tentunya kami akan memperketat pengamanan dan penggeledahan harus sering lagi dilakukan, dan memohon kepada Kantor wilayah memindahkan warga binaan yang dihukum mati dan seumur hidup agar segera dipindahkan ke Nusakambangan," tandasnya.
Berita ini merupakan laporan dari kontributor merahputih.com di Medan dan sekitarnya, Amsal Chaniago. Baca berita terkait Kota Medan lainnya di: Kejari Medan Prioritaskan Eksekusi Mati Bandar Narkoba