Kejari Medan Prioritaskan Eksekusi Mati Bandar Narkoba

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 22 Mei 2017
Kejari Medan Prioritaskan Eksekusi Mati Bandar Narkoba

Ilustrasi narkoba. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kajari Medan, Olopan Nainggolan memprioritaskan agar Tugiman alias Toge segera dieksekusi setelah proses hukumnya baik itu ditingkat kasasi, PK, dan Grasi selesai.

"Ini merupakan komitmen pihak kejaksaan dalam memerangi peredaran narkotika, bila terbukti sebagai otak pelaku, maka ancaman tuntutannya adalah hukuman mati," kata Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Olopan Nainggolan SH MH, Senin (22/05).

Selain kasus Tugiman, Olopan mengatakan bahwa sudah puluhan kasus yang telah dijatuhi hukuman mati, di mana saat ini kasus sedang berproses baik di tingkat pengadilan, banding, kasasi, peninjauan kembali, dan grasi.

"Ada sekitar 20 atau 30 kasus yang kita tuntut mati. Jadi, tidak perlu khawatir soal kasus narkoba," kata Olopan.

Tugiman, kata Olopan, kembali tertangkap BNN terkait kasus yang sama. Kejari Medan hanya menyatakan bahwa Tugiman seharusnya tidak melakukan itu karena konsekuensi adalah hukuman mati.

Maka untuk selanjutnya, Kejari Medan mengusulkan atau memprioritaskan agar Tugiman alias Toge segera dihukum mati.

"Hendru Chan saya-lah yang mengeksekusi. Jadi, tidak perlu diragukan dalam penindakan kasus narkotika," ucapnya.

Olopan menyatakan sanksi dan hukuman mati terhadap pelaku bertujuan memberikan efek jera, khususnya untuk membebaskan kota Medan dari peredaran narkoba.

Sebelumnya Tugiman dituntut hukuman mati dan pada tingkat kasasi majelis menguatkan tuntutan jaksa dan memutuskan agar Tugiman dihukum mati karena keterlibatannya sebagai pengendali peredaran puluhan kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Medan, Taufik juga membenarkan bahwa Tugiman telah dihukum mati atas kepemilikan dan peredaran sabu 21 kilogram dan 44.849 butir pil ekstasi serta 4.900 butir pil happy five.

Penangkapan terhadap Tugiman, setelah pihak BNN berhasil meringkus Achin dan Hendy yang membawa puluhan kilo ekstasi dan ribuan butir pil ekstasi serta happy five pada, April 2016 lalu di Jalan Gatot Subroto Medan, kemudian dari hasil proses penyidikan barang tersebut dikendalikan oleh Tugiman.

Berita ini merupakan laporan dari kontributor merahputih.com di Medan dan sekitarnya, Amsal Chaniago. Baca berita terkait kota Medan lainnya di: Rutan Tanjung Gusta Medan Perketat Pengamanan

#Kasus Narkoba #Kota Medan
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
BNN Ungkap 4,11 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba pada 2025
BNN menyebutkan bahwa 4.11 juta penduduk Indonesia terpapar narkoba pada 2025. Angka tersebut pun cukup mengkhawatirkan.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
BNN Ungkap 4,11 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba pada 2025
Indonesia
Jonathan Frizzy Bebas Bersyarat, Keluar dari Lapas Pemuda Tangerang
Aktor Jonathan Frizzy alias Ijonk resmi bebas bersyarat dan keluar dari Lapas. Ia menjalani sisa hukuman sebagai klien Bapas hingga 8 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Jonathan Frizzy Bebas Bersyarat, Keluar dari Lapas Pemuda Tangerang
Indonesia
Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap
Polda Metro Jaya mencatat 7.426 kasus narkoba sepanjang 2025 dengan 9.894 tersangka. Polisi menyita 3,2 ton narkoba senilai Rp 1,7 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap
Indonesia
BNN Ungkap Peran Dewi Astutik, Bandar Narkoba Lintas Negara yang Rekrut Ratusan WNI
BNN mengungkap peran Paryatin alias Dewi Astutik, bandar narkoba lintas negara yang diduga merekrut ratusan WNI dalam jaringan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Desember 2025
BNN Ungkap Peran Dewi Astutik, Bandar Narkoba Lintas Negara yang Rekrut Ratusan WNI
Indonesia
Perjalanan Dewi Astutik Gabung Sindikat Narkotika Lintas Benua, Dipengaruhi Bandar Narkoba Asal Nigeria Buron DEA
Perempuan bernama Paryatin ini lantas beralih menjadi bandar sabu lintas negara setelah dipertemukan dengan warga negara (WN) Nigeria berinisial DON.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
Perjalanan Dewi Astutik Gabung Sindikat Narkotika Lintas Benua, Dipengaruhi Bandar Narkoba Asal Nigeria Buron DEA
Indonesia
BNN Ungkap Jejak Kelam Dewi Astutik, Sempat Mengajar Bahasa Mandarin sebelum Jadi Bandar Narkoba Lintas Negara
BNN mengungkap perjalanan Dewi Astutik, mantan guru di Kamboja yang terlibat penyelundupan 2 ton sabu serta jaringan Golden Triangle dan Golden Crescent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Desember 2025
BNN Ungkap Jejak Kelam Dewi Astutik, Sempat Mengajar Bahasa Mandarin sebelum Jadi Bandar Narkoba Lintas Negara
Indonesia
Kronologi Penangkapan Ratu Narkoba Dewi Astutik, Pergerakan Licin tapi Pelarian Berakhir di Kamboja
Penangkapan itu berawal dari adanya informasi keberadaan Dewi Astutik di Kamboja pada 17 November 2025.
Dwi Astarini - Rabu, 03 Desember 2025
Kronologi Penangkapan Ratu Narkoba Dewi Astutik, Pergerakan Licin tapi Pelarian Berakhir di Kamboja
Indonesia
Operasi Lintas Negara, BNN Ringkus Bandar Narkoba Kelas Internasional di Kamboja
BNN menangkap Dewi Astutik alias Mami, buron internasional penyelundupan 2 ton sabu, dalam operasi lintas negara di Kamboja. Ia bagian jaringan Golden Triangle.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Desember 2025
Operasi Lintas Negara, BNN Ringkus Bandar Narkoba Kelas Internasional di Kamboja
Indonesia
207 Ribu Ekstasi 'Tak Bertuan' Ditemukan di Tol Bakauheni, Polisi Duga Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terlibat
Bareskrim Polri menduga 207.529 butir ekstasi yang ditemukan di Tol Trans Sumatera terkait jaringan narkoba lintas provinsi, dengan nilai Rp 207,5 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
207 Ribu Ekstasi 'Tak Bertuan' Ditemukan di Tol Bakauheni, Polisi Duga Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terlibat
Indonesia
BNN Buka-bukaan Soal Ancaman Narkotika di Lingkungan Kampus, Mahasiswa Diminta Waspada
Mahasiswa diharap dapat menjadi agen pencegahan dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas yang bersih dari narkoba
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 November 2025
BNN Buka-bukaan Soal Ancaman Narkotika di Lingkungan Kampus, Mahasiswa Diminta Waspada
Bagikan