MerahPutih.com - Pademi COVID-19 sudah dirasakan hampir seluruh sektor bisnis termasuk sektor ritel. Kementerian Perdagangan pun, berharap kelas menengah yang masih punya daya beli untuk berbelanja untuk mendorong pemulihan ekonomi.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, kelas menengah saat ini mengalami penurunan pendapatan rata- rata 30 persen. Selain daya beli yang tertekan, mereka juga mengalami penurunan keinginan untuk berbelanja karena cenderung menghindari penularan virus selama pandemi.
Pola transaksi kelas menengah, kata ia, juga beralih ke platform digital. Sehingga, kombinasi dari berbagai hal tersebut menyebabkan bisnis ritel kehilangan potensi penerimaannya hingga 70 persen.
Baca Juga:
LIPI Kembangkan Minuman Fermentasi Jambu sebagai Suplemen Sistem Imun
Agus mengatakan, pihaknya mendorong kelas menengah yang masih memiliki daya beli untuk kembali berbelaja di pusat pusat perbelanjaan atau di ritel dengan memastikan bahwa pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, menerapkan dan menjaga standard kesehatan yang ketat.
Selain langkah kesehatan, bisnis ritel diminta untuk bisa beradaptasi dengan pola perubahan transaksi dan mulai masuk ke ekosistem bisnis digital dengan memadukan penjualan luring dengan daring.
“Pemerintah memandang bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama nasional. Namun, ekonomi nasional juga harus diselamatkan dengan tetap mengutamakan kesehatan masyarakat,” kata Mendag di Jakarta, Jumat.
Data menunjukkan, pada kuartal I 2020, kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat 10,68 persen atau tidak jauh berbeda dibanding kuartal sebelumnya selama lima tahun terakhir.
Konsumsi domestik memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB selama lima tahun terakhir. Selain itu, pada triwulan I 2020, kontribusi konsumsi terhadap PDB tercatat naik hingga 58,14 persen.
Baca Juga:
Wali Kota Solo Pilih Buka Sekolah Tatap Muka Desember