Kesehatan

LIPI Kembangkan Minuman Fermentasi Jambu sebagai Suplemen Sistem Imun

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2020
LIPI Kembangkan Minuman Fermentasi Jambu sebagai Suplemen Sistem Imun

Jambu biji merah dipilih karena nutrisinya yang tinggi. (foto: pixabay/hironmoiborah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HIDUP berdampingan dengan virus corona membutuhkan daya tahan tubuh yang prima. Masyarakat amat disarankan untuk menjaga asupan makanan dan minuman untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Untuk itulah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan minuman suplemen peningkat daya tahan tubuh dari fermentasi jambu biji merah.

Seperti dilansir Hellosehat, jambu biji merah dipilih karena manfaatnya yang beragam. Jambu biji merah pada dasarnya memiliki banyak kandungan nutrisi, di antaranya memiliki tiga serat larut air yakni polifenol, alkaloid, dan flavonoid. Ketiganya bermanfaat melawan pembentukan radikal bebas dalam tubuh, detoksifikasi, menetralkan racun-racun, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

BACA JUGA:

Terapkan Ini Ketika Menginginkan Makanan Sehat

Butuh beberapa hari untuk proses fermentasi. Gunanya ialah meningkatkan kandungan manfaat dalam jus jambu. Para peneliti mengatakan proses fermentasi ini meningkatkan manfaat kandungan serat dan senyawa aktif dalam jambu biji merah hingga 90%. “Proses fermentasi ini menghasilkan senyawa asam organik, meningkatkan aktivitas antioksidan. Dengan begitu, fungsinya sebagai detoksifikasi racun dan stimulasi sistem kerja imun tubuh meningkat,” jelas Yati.

guava
Proses fermntasi meningkatkan manfaat jambu biji merah hingga 90%. (foto: pixabay)

Saat ini, jus jambu fermentasi buatan tim peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI ini masih dalam proses pencarian formula yang paling optimal. “Minuman suplemen dari fermentasi jambu biji merah menjadi kandidat potensial dalam meningkatkan daya tahan tubuh,” lanjut Yati.

Ia dan tim berharap bisa segera melakukan pengujian ke tahap selanjutnya sebelum kandidat suplemen itu bisa diproduksi dan dikonsumsi masyarakat.(*)

#Kesehatan #Juni Enggak Cengeng
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan