Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di 2 Kabupaten Sulawesi

Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026

MERAHPUTIH.COM - KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (30/10) pukul 16.20 WITA. Kebakaran melanda lahan kosong milik warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua. Api dilaporkan cepat merambat karena kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare.

Tim pemadam kebakaran (damkar) bersama warga melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas serta memastikan tidak ada titik api yang tersisa. BPBD Kabupaten Luwu juga telah membuat laporan kejadian. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Luwu, Damkar Kabupaten Luwu, Fire Fighter PT BMS, dan masyarakat setempat.

"Hingga Sabtu (31/10), api dilaporkan telah padam pada pukul 18.30 WITA," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan Minggu (1/11).

Untuk mendukung penanganan karhutla, terdapat kebutuhan peralatan di lapangan yang meliputi pompa punggung, pompa jinjing, tangki air portabel, garu cangkul api, gepyok pemukul api, kapak pemadam, pakaian pelindung, sepatu bot, helm, kacamata, dan masker.

Baca juga:

Pemerintah Fokuskan Penanganan Karhutla di Sulawesi hingga Papua



Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jumat (30/10). Kebakaran melanda kebun milik warga yang ditanami kelapa sawit berusia kurang dari satu tahun dan tanaman sagu. Lokasi kejadian berada di Desa Woiha, belakang SLB, Kecamatan Tirawuta. Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.

BPBD Kabupaten Kolaka Timur berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan peninjauan di lokasi kejadian. Hingga Sabtu (31/10), api dilaporkan telah dipadamkan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjaga kebersihan dan kelancaran saluran drainase untuk mengurangi risiko banjir.

"Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana atau titik api kepada BPBD setempat serta mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BPBD," tutupnya.(Asp)


Baca juga:

Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca

Baca Artikel Asli