Pemerintah daerah diminta untuk melengkapi tempat wisata di Sulawesi dengan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, meminta agar terdapat rumah sakit kelas A di lima destinasi wisata super prioritas, sehingga wisatawan dapat berwisata dengan nyaman.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, penanganan COVID-19 saat ini bersifat terintegrasi, di mana seluruh data akan masuk ke aplikasi PeduliLindungi.
Baca Juga:
Pemda DIY Akan Membuka Kembali Destinasi Wisata
"Jadi, masuk wisata inipun nanti harus masuk dengan PeduliLindungi. Kenapa, tujuannya adalah kita ingin mendeteksi orang ini sudah vaksin atau belum. Kedua, apakah orang ini hasil tesnya positif atau tidak. Jadi ini sekaligus bisa melakukan tracing terhadap orang yang kena COVID-19 dan sebagainya," ujar Luhut.
Luhut menekankan, penggunaan masker dan mencuci tangan harus menjadi budaya, karena keduanya menjadi salah satu kunci penanganan penyebaran COVID-19.
"Terus terang dari berbagai literatur yang kita lihat dan berbagai pendapat dari pakar-pakar baik dalam maupun luar negeri, kita blum tahu kapan COVID-19 ini akan berakhir," ungkap Luhut.
Pemerintah menargetkan 200 juta penduduk Indonesia harus divaksin hingga akhir tahun 2020, meskipun hal itu tidak mudah dan membutuhkan kerja sama semua pihak.
"Nah, ini saya pikir saya mohon teman-teman di Manado, Pak Gubernur, saya mohon ayo sama-sama mengurusinya. Nanti kita urus juga Gernas BBI. Karena Gernas BBI tidak akan jadi apa-apa kalau ini tidak bisa diurus. Jadi itu sangat terkait," katanya.
Saat ini, Pemerintah melalui semua jalur dan mekanisme yang tersedia, dalam rangka pelaksanaan vaksinasi nasional menargetkan 208 juta rakyat Indonesia terus melakukan upaya pemenuhan pasokan vaksin melalui jalur komersial, pemerintah mendatangkan jenis vaksin yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax, Moderna, serta Sinophram. (Knu)
Baca Juga:
Tempat Wisata Belum Buka, Solo Zoo Banting Setir Jualan Masker