Kata Wapres JK tentang OTT Pejabat Kemenhub
Jumat, 25 Agustus 2017 -
MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dugaan korupsi terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2016-2017.
"Kita menghargai KPK bisa menangkap hal-hal seperti itu untuk setidak-tidaknya menyadarkan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (25/8).
Wapres JK menggarisbawahi perlunya peningkatan pengawasan anggaran di kementerian dan lembaga mengingat jumlahnya yang cukup besar.
"Ya, memang tidak semua bisa dijaga di manapun, apalagi kita negara besar begini, begini banyak pejabatnya, jangan lupa pegawai negeri di Jakarta saja 900 ribu," ujarnya.
Tim KPK mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu dan Kamis (23-24/8) lalu, yakni Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB), Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan (APK), Manajer Keuangan PT AGK S, Direktur PT AGK DG, dan Kepala Sub-Direktorat Pengerukan dan Reklamasi W.
Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menemukan total uang adalah sekitar Rp 20 miliar di Mess Perwira Dirjen Hubla yang disimpan dalam 33 tas berisi uang dalam pecahan mata uang rupiah, dolar AS, poundsterling, euro, dan ringgit Malaysia.
KPK juga mengamankan sejumlah uang dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari tiga bank penerbit yang berbeda dalam penguasaan ATB. (*)
Sumber: ANTARA