Kapolres Jakpus Tegaskan Acara YLBHI Tidak Terkait PKI

Senin, 18 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Kegiatan diskusi yang berjudul "Pelurusan Sejarah 65" bukanlah upaya membahas kebangkitan PKI atau paham komunisme. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto menyatakan tuduhan itu tidak benar

Kapolres Jakpus melakukan mediasi pertemuan antara perwakilan YLBHI dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Dalam mediasi tersebut, Kapolres berjanji akan mengawal permasalahan ini serta akan memproses secara hukum apabila memang ada upaya seperti yang dituduhkan masyarakat, yaitu kongres PKI.

"Biarkan yang di dalam pulang, kami akan kawal masalah ini. Kita ini di negara hukum," katanya kepada massa anti-paham komunis yang mengepung kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI/LBH) di Jalan Pangeran Diponegoro No 74, Jakarta Pusat, Senin (18/9) dini hari.

Sementara itu, YLBHI/LBH juga telah membantah telah menyelenggarakan kongres Partai Komunis Indonesia (PKI) atau diskusi yang mengarah pada bangkitnya komunisme.

"Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme, acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni yang menampilkan beberapa seniman," kata Yunita salah satu panitia acara dari YLBHI.

Yunita menjelaskan kronologis serta konsep acara yang diselengarakan hingga akhirnya dikepung massa yang menduga adanya gerakan komunisme. Diskusi yang diselenggarakan bertema "Asik Asik Aksi", beberapa narasumber menjelaskan tentang sejarah 1965, berdasarkan info dari akun Twitter resmi Kontras (@KontraS).

Poster yang disebarkan LBH Jakarta melalui media sosial yang bertulis alamat di Jalan Diponegoro No. 74, Menteng, Jakarta Pusat menuliskan acara diisi dengan penampilan musik, puisi, komedi tunggal dan diskusi yang mengangkat tentang kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi.

Sebelumnya, massa yang meneriakkan antipaham komunisme di sekitar Gedung YLBHI/LBH mulai ricuh. Kemudian aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata kepada kerumunan masyarakat.

Massa mulai melemparkan benda-benda keras seperti batu dan botol ke arah Gedung YLBHI/LBH. Sebagian lemparan itu juga mengarah kepada pihak kepolisian.

Beberapa dentuman gas air mata serta tembakan peringatan nampak dilepaskan melalui senjata milik polisi. Sementara itu, kendaraan baracuda atau antihuru-hara juga dikerahkan untuk membubarkan kerumunan massa.

Pada sekitar pukul 02.00 WIB, warga sempat sedikit demi sedikit mulai meninggalkan area Gedung YLBHI/LBH, namun kemudian diantara kerumunan tersebut ada yang melemparkan benda keras ke arah Polisi yang diikuti lemparan benda lainnya.

Polisi merespons tindakan tersebut dengan melepas tembakan peringatan serta menangkap beberapa warga. Teriakan ungkapan simbol anti-komunis terus dilontarkan oleh peserta aksi. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan