Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kapolda Pastikan Anak Buahnya Tak Ada yang Meninggal Usai Rusuh Semalam

Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 September 2019

Merahputih.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Pramono Eddy mengklaim, 39 anggotanya jadi korban kerusuhan dengan kelompok Mahasiswa di kawasan DPR/MPR.

"Yang mengalami mungkin mereka ada yang terkena batu lemparan ada juga yang tangannya patah dan lain sebagainya. Sekarang sedang dirawat inap," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).

Baca Juga:

Aparat Amankan Dua Orang Mahasiswa dalam Kondisi Mabuk

Ia memastikan tak ada yang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Sementara, ada 254 mahasiswa yang dirawat jalan karena terkena lemparan batu dan gas air mata. "Mereka dirawat jalan di beberapa rumah sakit, kemudian yang dirawat inap 11 orang. Nah ini kita akan masih dalami oleh dokter kenapa yang bersangkutan nantinya," ungkap Gatot.

Gatot menyebut, dalam insiden kerusuhan semalam, tak ada aparat yang menggunakan senjata api. ''Paginya sudah saya perintahkan kepada Brimob dan Sabhara, semua peluru karet, apalagi peluru tajam tidak ada yang digunakan. Jadi semuanya hanya gas air mata," imbuh Gatot.

Sepeda motor yang rusak akibat kerusuhan massa versus polisi
Sejumlah sepeda motor menjadi korban kerusuhan antara massa mahasiswa dan polisi (MP/Kanu)

Maka tahapan yang dilakukan hanya menyemburkan air melalui water canon. Sementara, gas air mata ditembakkan hanya untuk membubarkan mahasiswa.

"Kemudian juga rekan-rekan sekalian disamping itu juga ada adik-adik mahasiswa yang terkena gas air mata. Kemudian karena dorongan mungkin kena gas air mata dan mereka lari, dan sebagainya. Nanti kita masih dalami penyebabnya apa," kata Gatot.

Baca Juga:

Akibat Kerusuhan, Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Untuk diketahui, gelombang aksi mahasiswa turun jalan mahasiswa berlanjut pada Selasa kemarin, 24 September 2019 setelah sebelumnya mereka juga melakukam aksi pada Senin 23 September 2019. Aksi bukan hanya dilakukan di daerah, tapi juga di Ibu Kota. Di Ibu Kota aksi mahasiswa digelar di depan Gedung DPR/MPR.

Akibat aksi ini, Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tomang sempat ditutup. Namun pada malam harinya aksi berubah jadi keributan. Sejumlah fasilitas negara dirusak dan dibakar. Semisal ada Pos Lantas Slipi, Pos Lantas depan Kemenpora dan Pos Polisi Palmerah. Ada juga bus dan jeep milik TNI yang dibakar. (Knu)

Baca Artikel Asli