Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Jilat Ludah Sendiri, Warren Buffett Investasi di Bank Khusus Kripto

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 Februari 2022

SETELAH sempat menyebut Bitcoin adalah 'racun tikus', miliarder Warren Buffett menginvestasikan USD 1 juta pada Bank yang bersahabat dengan cryptocurrency. Superstar investor itu melihat kesempatan besar pada penyedia pelayanan keuangan seperti Nubank.

Melihat tren cryptocurrency yang belakangan semakin berkembang, nampaknya Buffet tak lagi menganggap itu sebagai 'racun tikus'. Perusahaan miliknya, Berkshire Hathaway telah membeli saham bank digital yang berfokus pada cryptocurrency, total saham yang dibeli senilai USD 1 juta. Spesifiknya saham Nubank, bank digital yang berbasis di Brazil, terbesar di Amerika Latin.

Baca juga:

Perbankan Dilarang Fasilitasi Aset Kripto?

Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Pixabay/RoyBuri)

Nubank yang juga disebut neobank, adalah bank tipe baru yang beroperasi diluar aturan sistem bank tradisional, dimana unit digitalnya; NuInvest, mengizinkan penggunanya menyimpan uang dalam bentuk Bitcoin ETF (exchange-trade-fund).

CEO dan para chairman Berkshire masih menganggap cryptocurrency bukan aset produktif dan dianggap tidak punya nilai unik sama sekali. Charlie Munger, partner Buffet sejak lama yang menjabat sebagai vice chairman Berkshire Hathaway, malu-malu mengungkapkan opini pendapat pribadinya terhadap cryptocurrency.

Belum lama ini Munger mengatakan, ia berharap cryptocurrency tidak pernah 'diciptakan'. Ia juga pernah terindikasi tidak menginginkan trader cryptocurrency menikahi anggota keluarganya.

Munger punya ketidaksukaan tertentu terhadap Bitcoin, ia pernah menyebut cryptocurrency paling populer itu sebagai sesuatu yang 'menjijikan dan melawan kepentingan peradaban manusia'.

Baca juga:

Tips Investasi Kripto saat Market Anjlok

Tips Investasi Kripto saat Market Anjlok
Tren kripto seemakin besar dari tahun ke tahun. (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Munger juga diketahui mendukung keputusan China melarang jual beli Bitcoin di negara tirai bambu tersebut, bahkan mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan kebijakan yang sama. "Pemerintah China telah mengambil keputusan yang benar, sederhana saja; larang," katanya pada suatu kesempatan.

Meski mereka pernah meremehkan cryptocurrency, ternyata investasi Berkshire Hathaway bukan yang pertama kalinya. Berkshire sudah membeli cryptocurrency senilai USD 500 juta pada musim panas 2021, sebulan sebelum perusahaan itu mengumumkannya pada Desember 2021. Ketika itu Nubank mengumumkan, bahwa itu adalah satu investasi terbesar yang pernah diterima Bank Fintech. (*)

Artikel ini laporan kontributor Merah Putih, De Sucitra.

Baca juga:

Bappebti: Masa Depan Aset Kripto Buatan Indonesia Cerah

Baca Artikel Asli