Merahputih.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggelar acara Pintu Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Unpad Jatinangor, Bandung, pada Kamis (9/4). Kegiatan ini menarik minat lebih dari 200 mahasiswa serta menjadi momentum pemberian apresiasi bagi delapan mahasiswa Unpad berprestasi.
Dalam kesempatan itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi tren investasi aset kripto. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak fenomena ikut-ikutan tanpa pemahaman yang memadai.
Baca juga:
'One Attempt Remaining': John Cena dan Kate McKinnon Terjebak Misi 3 Hari Selamatkan Aset Kripto
"Filosofi investasi yang ada di OJK itu masih sangat relevan dengan yang ada di crypto, yaitu perhatikan 2L, Legal dan Logis. Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi oleh OJK," tegas Djoko Kurnijanto.
Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah krusial mempersiapkan masa depan mahasiswa.
Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai produk keuangan digital dapat mencegah munculnya permasalahan finansial di masa mendatang.
Data OJK per Februari 2026 menunjukkan jumlah investor aset crypto di Indonesia telah menyentuh angka 21,07 juta orang.
Fenomena ini sejalan dengan laporan World Economic Forum yang menyebutkan bahwa 42 persen investor dari kalangan Gen Z telah memiliki aset crypto. Angka adopsi yang tinggi ini menempatkan edukasi sebagai prioritas utama bagi industri.
CMO PINTU, Timothius Martin, menyoroti bahwa rasio adopsi crypto global saat ini mencapai 1 banding 15 orang. Meskipun angka tersebut terus tumbuh, tantangan terbesar tetap terletak pada kualitas literasi para investor muda.
Baca juga:
Strategi Investasi Kripto Saat Bear Market Agar Tetap Cuan Maksimal
"PINTU bekerja sama dengan OJK, Universitas, dan Investortrust menggelar acara edukasi ke kampus-kampus. Tujuannya untuk bersama-sama memberikan edukasi tentang aset crypto khususnya kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang matang sebelum mulai berinvestasi," ujar Timothius Martin.
Ia juga menegaskan komitmen PINTU untuk terus menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak di tengah dinamika pasar global.