MerahPutih Timur Tengah - Kepala tentara Libya, Jenderal Khalifa Haftar menyatakan kekecewaannya pada CNN (24/4) mengenai aksi militer di wilayah Libya, “Aksi militer terhadap wilayah Libya adalah sebuah keputusan yang tidak bijaksana," katanya.
Lebih lanjut Haftar mengatakna, "Anda harus berurusan dengan krisis Libya secara keseluruhan. Kami adalah negara berdaulat yang harus dihormati meskipun dengan yang kita lalui sekarang."
Haftar tidak menanggapi secara langsung ketika ditanya apakah pihak berwenang Libya akan menghadapi setiap pasukan Eropa dalam wilayahnya, "Uni Eropa perlu berdiri dengan rakyat Libya untuk memecahkan krisis, bukan mengambil keputusan seperti itu,"
Jenderal itu juga menjelaskan, "Krisis migran mempengaruhi mereka. Tapi kenapa mereka tidak melihat bahwa masalah kita juga sangat penting? Sangat penting bagi mereka untuk mendukung kami baik pada kemanusiaan atau pun pada keamanan."
Intinya Haftar ingin menekankan bahwa mereka melakukan adalah untuk kepentingan rakyat Libya. Uni Eropa harus menjaga kepentingannya sendiri, baru lah Libya mengerjakan apa yang menjadi wewenangnya.
Baca juga:
Imigran Hamil Sebrangi Lautan Agar Melahirkan di Eropa
Pejabat Libya Bingung Pulangkan Imigran
Lebih Banyak Imigran Tenggelam Dibanding yang Selamat