Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Din Syamsuddin: Board of Peace Berpotensi Perparah Konflik Timur Tengah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Din Syamsuddin: Board of Peace Berpotensi Perparah Konflik Timur Tengah

Din Syamsuddin (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, menilai prakarsa Board of Peace (BOP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bentuk baru neo-kolonialisme dan imperialisme.

Menurut Din, konsep tersebut tidak merepresentasikan upaya perdamaian sejati, melainkan menyimpan agenda politik jangka panjang yang berpotensi memperparah ketidakstabilan kawasan Timur Tengah.

Din menjelaskan, neokolonialisme — meminjam istilah Bung Karno — merupakan bentuk penjajahan gaya baru yang dilakukan tidak selalu melalui pendudukan teritorial, tetapi melalui pengaruh politik, ekonomi, dan kekuasaan global.

Dalam konteks ini, Board of Peace dinilai sejalan dengan praktik imperialisme modern yang memperluas kendali dan kepentingan satu negara atas negara lain secara tidak langsung.

Baca juga:

Alwi Shihab Ungkap Sikap Prabowo soal Board of Peace dan Palestina, Tegaskan Dukungan Two-State Solution

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai prakarsa Trump sarat standar ganda. Amerika Serikat, kata dia, dinilai bungkam terhadap agresi dan kekerasan Israel yang masih berlangsung di Palestina, namun pada saat yang sama mendorong inisiatif yang diklaim bertujuan membangun kembali Gaza.

“Naif dan ironis jika berbicara rekonstruksi Gaza tanpa melibatkan tokoh-tokoh Palestina, sementara Perdana Menteri Israel justru dilibatkan. Ini menunjukkan bahwa Board of Peace bukan ditujukan untuk keadilan, melainkan menguntungkan Israel dalam jangka panjang,” ujar Din dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2).

Ia juga meragukan kapasitas Donald Trump sebagai pencipta perdamaian. Menurut Din, rekam jejak kebijakan Trump di sejumlah kawasan global justru menunjukkan peran sebagai pengganggu stabilitas internasional. Karena itu, Board of Peace dinilainya hanya kamuflase dengan agenda tersembunyi.

Baca juga:

Seskab Teddy Akui Status Keikutsertaan RI di Board of Peace Tidak Bersifat Tetap

Din memperkirakan penolakan terhadap prakarsa tersebut akan terus menguat, baik di tingkat global maupun di dalam negeri Amerika Serikat. Ia menyebut telah muncul peringatan dari sejumlah anggota Senat dan Kongres AS terkait potensi konsekuensi politik terhadap Trump.

Eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga menyerukan agar para pemimpin negara-negara Islam yang terlanjur bergabung dalam Board of Peace melakukan refleksi mendalam.

“Hati nurani akan membisikkan kebenaran,” ujarnya, seraya mengingatkan amanat konstitusi Indonesia untuk menghapus segala bentuk penjajahan dan mewujudkan perdamaian abadi. (Pon)

#Board Of Peace #Din Syamsuddin #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Dunia
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Harga minyak dunia naik lebih dari 2 dolar AS per barel setelah Iran menutup total Selat Hormuz menyusul serangan tambahan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Indonesia
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Kapasitas kalau itu semua terpenuhi sekitar 12 sampai 13 ribu jemaah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Indonesia
Konflik AS vs Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sebut BoP Belum Dapat Dijalankan
BoP merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu penanganan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Konflik AS vs Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sebut BoP Belum Dapat Dijalankan
Dunia
Iran Bentuk Otorita Baru, Kapal Negara Sahabat dapat Tarif Khusus Lewat Selat Hormuz
Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru yang bertugas mengelola jalur strategis Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Iran Bentuk Otorita Baru, Kapal Negara Sahabat dapat Tarif Khusus Lewat Selat Hormuz
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Lobi AS Lewat Jalur BoP Tekan Israel Bebaskan Jurnalis WNI
DPR desak pemerintah Indonesia bertindak membebaskan aktivis dan jurnalis WNI yang disandera Israel dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
DPR Minta Pemerintah Lobi AS Lewat Jalur BoP Tekan Israel Bebaskan Jurnalis WNI
Dunia
Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!
Iran memperkenalkan mekanisme baru untuk mengatur transit kapal melalui Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan LNG dunia.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!
Olahraga
Iran Mangkir di Kongres AFC Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Beri Kepastian
Iran tak menghadiri kongres AFC menjelang Piala Dunia 2026. FIFA pun menegaskan, bahwa Iran tetap berpartisipasi di turnamen tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 29 April 2026
Iran Mangkir di Kongres AFC Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Beri Kepastian
Indonesia
Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan Mengundurkan Diri di Tengah Dinamika Internal Departemen Perang
Ironisnya, Phelan masih menunjukkan aktivitas normal sehari sebelum pengumuman pengunduran dirinya. Pada Selasa (21/4)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan Mengundurkan Diri di Tengah Dinamika Internal Departemen Perang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Siap Bantu Iran dengan Kirimkan Jet Tempur dan Kapal untuk Hadapi Amerika Serikat-Israel
Unggahan video berisi klaim “Indonesia kirim kapal dan jet tempur untuk bantu Iran” merupakan konten palsu.
Frengky Aruan - Rabu, 22 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Siap Bantu Iran dengan Kirimkan Jet Tempur dan Kapal untuk Hadapi Amerika Serikat-Israel
Bagikan