MerahPutih.com – Iran memperkenalkan mekanisme baru untuk mengatur transit kapal melalui Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan LNG dunia.
Dikutip dari laporan Press TV, Rabu (6/5), pemberlakukan aturan baru transit kapal di Selat Hormuz ini mulai diterapkan Iran sejak 5 Mei 2026 kemarin.
Dalam aturan baru itu, semua kapal yang akan melintas akan menerima pemberitahuan dan instruksi resmi melalui email dari Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA).
Baca juga:
Selat Hormuz Masih Diblokade, Dunia Alami Krisis Energi Terparah
Kontrol Maritim Iran
Dalam sistem ini, kapal diwajibkan mengikuti kerangka aturan yang ditetapkan sebelum memperoleh izin transit dari otoritas Iran
Kebijakan terbaru Iran itu menandai semakin ketatnya kontrol mereka atas jalur maritim strategis itu, menyusul kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Baca juga:
Eskalasi Kian Panas, Iran Umumkan Aturan Baru di Selat Hormuz
Konflik Iran-AS
Iran memperketat navigasi di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan gabungan AS–Israel terhadap Teheran pada 28 Februari. Pejabat Iran menegaskan kapal harus mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh izin resmi.
Di sisi lain, Amerika Serikat telah mengerahkan pasukan angkatan laut di kawasan tersebut untuk mendukung pelayaran komersial, menambah tensi geopolitik di jalur perairan yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.