MerahPutih.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menyambut baik nota kesepahaman (MoU) damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, langkah ini memberi sinyal positif bagi stabilitas pasar energi global yang selama ini rentan terhadap konflik.
“Setiap kali terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, harga minyak dunia hampir selalu merespons dengan kenaikan. Dampaknya langsung membebani masyarakat melalui biaya transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok. Karena itu, setiap langkah menuju perdamaian patut diapresiasi,” kata Ratna di Jakarta, Jumat (19/6).
Ratna menilai, meredanya ketegangan AS–Iran berpotensi menahan laju kenaikan harga minyak dunia. Namun, dia mengingatkan, perdamaian ini tidak serta-merta menjamin harga minyak turun signifikan. Pasar energi global tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebijakan produksi negara eksportir hingga dinamika permintaan.
Momentum Reformasi Energi Nasional
Ratna menegaskan, pemerintah harus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat strategi stabilisasi energi nasional, khususnya untuk menjaga harga BBM untuk rakyat tidak terus melonjak.
MoU ini memang dapat meredakan sentimen negatif pasar. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada perkembangan global. Ketahanan energi nasional harus dibangun dari dalam negeri dengan kebijakan yang kuat dan berkelanjutan,
Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari
Untuk itu, Ratna mendorong pemerintah meningkatkan produksi migas domestik, mempercepat pembangunan infrastruktur energi, memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta memperkuat cadangan strategis minyak nasional.
“Kita harus belajar dari setiap gejolak global. Ketika harga minyak naik, APBN tertekan dan masyarakat ikut menanggung dampaknya. Sebaliknya, ketika situasi global mulai membaik, pemerintah harus memanfaatkan ruang tersebut untuk memperkuat cadangan energi nasional dan mempercepat reformasi sektor energi,” paparnya.
Jaga BBM Murah untuk Rakyat
Ratna juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi agar Indonesia tidak terus berada dalam posisi reaktif terhadap gejolak global, khususnya dalam menjaga harga BBM murah untuk rakyat.
Tujuan akhirnya adalah memastikan rakyat tidak menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali terjadi gejolak geopolitik dunia,
Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari.
(Pon)