MerahPutih.Com - Posisi Najib Razak benar-benar di ujung tanduk. Berkuasa hampir sepuluh tahun namun tidak menjamin mantan orang nomor satu di Malaysia itu bebas dari jeratan hukum. Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan setuju membentuk tim khusus untuk menyelidiki skandal korupsi 1MDB.
Rencananya hari ini Selasa (22/5) Najib Razak akan menjalani pemeriksaan di komisi pemberantasan korupsi Malaysia.
Tim khusus bentukan PM Mahathir bertugas menjalankan penyelidikan menyeluruh, melakukan perampasan aset dan mendakwa individu yang terlibat dalam skandal 1MDB.
Tim Khusus diketuai bersama oleh Tan Sri Gani Patail (mantan pengacara), Tan Sri Hj Abu Kassim Mohamed (mantan Ketua Pesuruhjaya SPRM/Komisi Pemberantasan Korupsi), Dato Sri Hj Mohd Shukri Abdull (Ketua Pesuruhjaya SPRM) dan Dato' Abdul Hamid bin Bador.
Keanggotaan tim ini terdiri daripada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Kantor Pengacara Negara, Polis Diraja Malaysia, Bank Negara Malaysia dan beberapa orang pengacara yang mempunyai kepakaran dalam perkara terkait.
Tim ini akan bertanggung jawab dalam keseluruhan aspek penyelidikan, mendeteksi keuangan dan perolehan aset akibat salah laku dan penyelewengan dana 1MDB yang tersimpan atau diinvestasikan di dalam dan luar negara.
Sebagaimana dilansir Antara, tim ini juga bertanggung jawab untuk mendapatkan kerja sama dengan berbagai pihak di Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Kanada dan lain-lain negara yang terkait.
Pemerintah berharap pembentukan tim khusus dengan pelibatan berbagai pihak akan mengembalikan marwah negara yang telah tercemar selama ini disamping mengembalikan uang dan aset rakyat Malaysia terkait skandal kleptokrasi hasil salah urus dan penyelewengan dana 1MDB.
1MDB adalah yayasan dana investasi pemerintah yang dibentuk pada 2009 oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak yang hingga 2016 mengetuai badan penasihat yayasan tersebut.
Yayasan yang bertujuan mendorong pengembangan ekonomi diduga didirikan atas bantuan pakar keuangan Malaysia bernama Low Taek Jho atau Jho Low.
Antara 2009 dan 2013 1MDB berhasil mengumpulkan dana miliaran dolar melalui surat utang yang digunakan untuk proyek investasi dan pendirian perusahaan patungan.
Departemen kehakiman AS mengatakan dana sebesar 4,5 miliar dolar AS kemudian dialirkan ke sejumlah rekening di negara-negara surga pajak dan perusahaan cangkang.
Langkah tersebut dilakukan dengan bantuan dari pejabat tinggi 1MDB, rekan dan para bankir.
Seiring terbentuk tim khusus pemerintah, Najib Razak justru ditunggapkan pengacaranya. Pengacara mantan perdana menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak, Datuk Harpal Singh Grewal, mengundurkan diri menjelang penyelidikan 1Malaysia Development Bhd (1MDB) oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Selasa pukul 11.00 WIB.
Datuk Harpal Singh Grewal mengonfirmasi kepada Malay Mail, Senin (21/5) malam bahwa dia dan M. Athimulan yang sebelumnya mewakili Najib telah mengundurkan diri dari kasus tersebut.
Ia menyebutkan tim tujuh orang baru yang dipimpin oleh pengacara Datuk Mohd Yusof Zainal Abiden akan mengambil alih kasus tersebut.
Harpal mengatakan bahwa Zainal mempunyai tim sendiri dan dia lebih suka bekerja dengan tim tersebut.
"Ini bukan masalah besar, itu terjadi dalam hal-hal seperti ini," tambahnya.
Ditanya mengapa ini terjadi begitu dekat dengan pertemuan Najib dengan MACC, Harpal mengatakan bahwa dirinya tidak dapat berkomentar mengenai masalah ini.
Selasa pagi ini, Najib harus muncul di markas MACC di Putrajaya untuk memberikan pernyataan.
Kegagalan untuk menjelaskan 1MDB dapat membuatnya dituntut berdasarkan Undang-Undang Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Act 2009.
Penyelidikan dan penggerebekan telah dilakukan di Kantor Perdana Menteri di Perdana Putra, serta properti pribadi yang terkait dengan Parlemen Pekan, termasuk rumah Taman Duta tempat dia dan istrinya Datin Seri Rosmah Mansor saat ini tinggal dan dua unit kondominium mewah di Blok A dan B dari Pavilion Residences.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mahathir Mulai Berkuasa, Polisi Diraja Malaysia Geledah Lima Tempat Terkait Najib