MERAHPUTIH.COM - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri keberadaan uang 2.000 dolar Singapura (SGD) yang hilang dari amplop pemberian Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
KPK menyebut amplop tersebut semula diduga berisi 14.000 SGD. Namun, penyidik baru menyita 12.000 SGD sehingga terdapat selisih 2.000 SGD yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Plh Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan penyidik masih menelusuri uang tersebut.
“Untuk Menhut, betul kita sudah menemukan 14.000 SGD hasil pengumpulan dari para petani-petani KUD di Kabupaten Kuansing. Namun, kemudian ada perbedaan jumlah 12.000 SGD yang kami sita,” kata Taufik di Jakarta, Rabu (13/8).
Menurut Taufik, penyidik juga telah meminta keterangan dari para petani yang mengumpulkan uang tersebut. Mereka membenarkan dana yang diperuntukkan bagi Bupati Kuansing berasal dari sisa hasil usaha (SHU) anggota koperasi unit desa (KUD) dengan total 14.000 SGD.
Meski demikian, KPK masih memastikan berapa nominal uang yang sebenarnya berada di dalam amplop ketika diserahkan kepada Menteri Kehutanan.
Baca juga:
KPK Ungkap Dugaan Amplop 14 Ribu Dolar Singapura untuk Raja Juli, Ada Selisih Uang yang Dikembalikan
Diketahui, terdapat sejumlah pertemuan antara Raja Juli dan Suhardiman sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Selain itu, terdapat pula proses pengembalian amplop sebelum perkara tersebut berkembang menjadi operasi penindakan.
“Nah, ini yang kami sedang cross-check apakah kemudian betul-betul amplop yang dibawa Bupati Kuansing itu 14.000 atau 12.000 (dolar Singapura),” ujar Taufik.
KPK sebelumnya menduga uang tersebut berkaitan dengan pengurusan izin pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kabupaten Kuansing. Sementara itu, Raja Juli belum memberikan penjelasan mengenai selisih 2.000 SGD tersebut. Saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8), Raja Juli memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan.
Ia mengatakan sedang fokus membahas reforma agraria. “Kita ngomongin reforma agraria hari ini," kata Raja Juli sambil menuju mobilnya.
Ketika kembali ditanya mengenai uang 2.000 SGD, Raja Juli hanya menyampaikan permintaan maaf sebelum masuk ke kendaraan.
“Maaf,” ujarnya.(Pon)
Baca juga:
KPK Periksa Dugaan Aliran Dana ke Raja Juli Antoni dalam Kasus Korupsi Kuansing