MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan rencana penerbitan obligasi atau surat utang daerah. Nilai yang disiapkan untuk program ini senilai Rp 3,5 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, program obligasi daerah ini baru pertama kali dilakukan oleh Jakarta.
"Saya sekarang ini, tahun ini pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta kita terbitkan Rp 3,5 triliun," kata Pramono kepada wartawan yang dikutip Rabu (1/7).
Pramono menuturkan, dana tersebut akan diarahkan untuk proyek prioritas yang berdampak langsung, seperti transportasi, rumah sakit, sekolah, rumah susun, sumber daya air, pengendalian banjir, dan gedung pemerintahan.
Baca juga:
Untuk apa Rp 3,5 triliun ini? Yang pertama untuk pendidikan. Yang kedua untuk salah satunya modal awal membangun Rumah Sakit Sumber Waras. Kemudian juga untuk pendidikan di Jakarta,
jelasnya,
Ia memastikan dana hasil obligasi daerah ini akan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan mendasar masyarakat Jakarta dan bukan untuk kepentingan bisnis BUMD.
Politikus PDI Perjuangan ini meyakini, obligasi daerah yang diterbitkan akan disambut baik oleh para investor.
Kalau hal-hal yang bersifat bisnis dan sebagainya, semuanya saya minta untuk diatur melalui APBD, supaya itu lebih walaupun sekarang ini relatif BUMD Jakarta banyak yang sudah mulai sehat,
lanjutnya.
Pramono kemudian mencontohkan manajemen PAM Jaya yang sudah semakin sehat dengan adanya peningkatan tata kelola yang profesional.
Pokoknya kalau di Jakarta saya sudah sampaikan, BUMD-nya beberapa BUMD enggak boleh sama sekali disentuh oleh siapa pun dan itu harus profesional, termasuk rekrutmen,
pungkasnya. (Asp).