MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berniat untuk menaikkan nilai obligasi daerah yang akan diterbitkan nanti. Sebab, ada kebutuhan lain untuk pembangunan LRT Jakarta Fase 1 C dari Manggarai ke Dukuh Atas sekitar Rp 2,7 triliun. Sebelumnya, rencana nilai obligasi daerah yang bakal diterbitkan sebesar Pemerintah DKI senilai Rp 3,5 triliun.
Angkanya adalah Rp 3,5 triliun ditambah Rp 2,7 triliun, jadi Rp 6,2 triliun ya? Jadi ada overlapping-nya, pokoknya angkanya kurang lebih Rp 5,2 triliun nantinya,
ucap Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
Pramono menuturkan, dana obligasi itu nantinya akan dihubungkan Pemprov DKI untuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional dan LRT Jakarta Fase 1C. Selain itu, dana itu juga akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan sosial di Jakarta.
Sehingga dengan demikia, kebutuhan itu memang ada dan kami meyakini pasti Pemerintah DKI Jakarta akan mampu untuk menyelesaikan dengan baik,
tuturnya.
Baca juga:
Dikritik Mendagri Soal Rencana Surat Utang, Gubernur Pramono: Sudah Bulat
Pramono meyakini, Pemprov DKI pasti bakal menyelesaikan obligasi daerah itu dengan baik. Keberadaan obligasi daerah itu juga tidak akan membebani anggaran Pemprov DKI, ,engingat, Jakarta memiliki kemampuan untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 20 triliun. Namun, nilai obligasi yang bakal diterbitkan masih jauh di bawah kemampuan itu. (Asp).