Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN

Kamis, 29 Januari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Indonesia telah secara resmi menandatangani pernyataan berbagabung ke Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dewan ini, meminta para anggotanya membayar iuran sampai USD 1 miliar dolar atau sekitar Rp 16 Triliun sampai Rp 17 Triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pendanaan atau anggaran untuk iuran keanggotaan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza berpotensi mengambil sebagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),

"Saya pikir, sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Namun demikian, Purbaya menekankan bahwa sumber pendanaan akan menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembahasan dan keputusan final.

"Nanti, itu kita belum diskusikan. Tapi pada suatu saat nanti Presiden akan memberi tugas ke saya," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tidak perlu membayar iuran keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu.

Hal tersebut disampaikan untuk merespons informasi bahwa Trump meminta negara-negara anggota Dewan Perdamaian membayar lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp16,82 triliun) demi hak keanggotaan permanen.

“Pada dasarnya kontribusi anggaran tersebut bersifat sukarela, dan tanpa iuran pun tetap bisa menjadi anggota Dewan Perdamaian,” kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Jumat (23/1).

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan