MerahPutih.com - Peringatan gelombang panas ekstrem dengan status merah atau tingkat bahaya tertinggi diberlakukan di 15 kota besar di Italia.
Kementerian Kesehatan Italia, Kamis, mengumumkan ada 15 kota yang menyandang status tersebut yaitu Bari, Campobasso, Genoa, Latina, Palermo, Pescara, Rieti, Viterbo serta Bologna, Brescia, Florence, Frosinone, Perugia, Rome, dan Turin. Sementara itu, Milan diperkirakan akan memasuki status merah gelombang panas pada Jumat (17/7).
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Menurut ilmuwan, krisis iklim akibat emisi gas rumah kaca akibat manusia telah menyebabkan gejolak cuaca ekstrem, antara lain gelombang panas, kekeringan, badai berkekuatan besar, serta banjir yang lebih besar dan sering terjadi.
Baca juga:
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Kendati beragam sumber dapat menciptakan gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global, tetapi pemicu utamanya berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas, dan batu bara.
Semetara itu, Wali Kota London, Sadiq Khan, mendukung usulan penetapan batas suhu maksimal di tempat kerja guna melindungi para pekerja dari gelombang panas yang kini semakin sering melanda Inggris.
Dukungan tersebut muncul di tengah meningkatnya desakan agar pemerintah memperketat aturan perlindungan keselamatan kerja.
Menurut laporan terbaru Badan Meteorologi Inggris, kondisi cuaca ekstrem kini telah menjadi "normal baru" akibat dampak perubahan iklim.
Ketidaksiapan negara tersebut terlihat dari kewalahannya fasilitas publik, termasuk perumahan, sekolah, rumah sakit, hingga jaringan transportasi, setiap kali gelombang panas berulang sepanjang musim panas ini. (*)