MerahPutih.com - Suciwati, istri mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib buka suara terkait kasus pemyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
Ia berharap kasus yang menimpa Kasatgas perkara korupsi e-KTP itu dapat segera terungkap dalam waktu cepat. Pasalnya, berkaca dari kasus suaminya yang sudah berjalan 19 tahun, hingga kini aktor intelektualnya belum juga terungkap.
"Selama ini belum pernah dilakukan (ditangkap aktor intelektual) di Republik ini, akan selalu ada Munir-Munir lagi dalam artian buruk, orang baik dibunuh. Hari ini kita lihat Novel, Salim Kancil. Akan terus ada kalau kita tidak peduli," kata Suciwati usai diskusi bertajuk Munir, Demokrasi, dan Perlindungan Pembela HAM di Universitas Atma Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).
Menurutnya, penyiraman air keras terhadap Novel sebagai upaya memperlemah pemberantasan korupsi. Ia pun menilai, perjuangan Novel memberantas korupsi tak ubahnya seperti yang diperjuangkan Munir yakni menegakkan HAM.
"Ya ini kan bagian dari pelemahan kerja kerja para pembela HAM dan anti korupsi yang terus menerus untuk memperbaiki bangsa ini ya. Novel kan jelas dia bagian orang yang konsen untuk jangan ada lagi koruptor," tandas Suciwati.
Suciwati juga menyinggung soal peryataan Novel yang menyebut ada Jenderal-Jenderal di korps Bhayangkara yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadapnya. Hal tersebut, membuktikan bahwa mesin mesin pembunuh itu terus berkeliaran.
"Kalau dilihat itu kan ada keterlibatan jenderal. Nah itu kan menunjukkan bagaimana mesin-mesin pembunuh itu terus berkeliaran," ungkapnya.
Suciwati menyesalkan tindakan pemerintah yang dinilainya cenderung melindungi para pelaku pelanggaran HAM. Hal itu, cermin ketidakmampuan negara dalam melindungi para pegiat HAM, dan pegiat anti korupsi.
"Sebaliknya pemerintah justru melindungi dan menguatkan impunitas, malah melindungi para pelakunya bukan melindungi para pembela HAM dan pembela anti korupsinya," pungkas Suciwati. (Pon)
Baca juga berita terkait Munir di: Kasus HAM Hanya Jadi Komoditas Politik Untuk Raup Suara Di Pemilu