Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Istri Munir Berharap Kasus Novel Segera Terungkap

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 05 September 2017
Istri Munir Berharap Kasus Novel Segera Terungkap

Suciwati, istri mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib Foto: (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Suciwati, istri mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib buka suara terkait kasus pemyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Ia berharap kasus yang menimpa Kasatgas perkara korupsi e-KTP itu dapat segera terungkap dalam waktu cepat. Pasalnya, berkaca dari kasus suaminya yang sudah berjalan 19 tahun, hingga kini aktor intelektualnya belum juga terungkap.

"Selama ini belum pernah dilakukan (ditangkap aktor intelektual) di Republik ini, akan selalu ada Munir-Munir lagi dalam artian buruk, orang baik dibunuh. Hari ini kita lihat Novel, Salim Kancil. Akan terus ada kalau kita tidak peduli," kata Suciwati usai diskusi bertajuk Munir, Demokrasi, dan Perlindungan Pembela HAM di Universitas Atma Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).

Menurutnya, penyiraman air keras terhadap Novel sebagai upaya memperlemah pemberantasan korupsi. Ia pun menilai, perjuangan Novel memberantas korupsi tak ubahnya seperti yang diperjuangkan Munir yakni menegakkan HAM.

"Ya ini kan bagian dari pelemahan kerja kerja para pembela HAM dan anti korupsi yang terus menerus untuk memperbaiki bangsa ini ya. Novel kan jelas dia bagian orang yang konsen untuk jangan ada lagi koruptor," tandas Suciwati.

Suciwati juga menyinggung soal peryataan Novel yang menyebut ada Jenderal-Jenderal di korps Bhayangkara yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadapnya. Hal tersebut, membuktikan bahwa mesin mesin pembunuh itu terus berkeliaran.

"Kalau dilihat itu kan ada keterlibatan jenderal. Nah itu kan menunjukkan bagaimana mesin-mesin pembunuh itu terus berkeliaran," ungkapnya.

Suciwati menyesalkan tindakan pemerintah yang dinilainya cenderung melindungi para pelaku pelanggaran HAM. Hal itu, cermin ketidakmampuan negara dalam melindungi para pegiat HAM, dan pegiat anti korupsi.

"Sebaliknya pemerintah justru melindungi dan menguatkan impunitas, malah melindungi para pelakunya bukan melindungi para pembela HAM dan pembela anti korupsinya," pungkas Suciwati. (Pon)

Baca juga berita terkait Munir di: Kasus HAM Hanya Jadi Komoditas Politik Untuk Raup Suara Di Pemilu

#Aktivis HAM Munir #Novel Baswedan #E-KTP #Korupsi E-KTP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Heboh Check In Hotel tak Perlu Pakai e-KTP, Kemendgari Beri Penjelasan
Kemendagri menegaskan bahwa e-KTP tetap diperlukan untuk check-in hotel. Sebelumnya, beredar kabar bahwa check-in hotel tak membutuhkan e-KTP.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Heboh Check In Hotel tak Perlu Pakai e-KTP, Kemendgari Beri Penjelasan
Indonesia
Disdukcapil DKI Perpanjang Jam Layanan hingga Malam
Program ini merupakan upaya dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi warga Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026
Disdukcapil DKI Perpanjang Jam Layanan hingga Malam
Indonesia
Novel Baswedan Bongkar Simbol Rahasia Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Selain pola serangan, metode yang digunakan pelaku dengan menyasar bagian wajah korban menjadi indikator adanya niat jahat yang sangat besar
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Maret 2026
Novel Baswedan Bongkar Simbol Rahasia Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Indonesia
Viral Warga Israel Diduga Punya KTP Indonesia, Begini Penjelasan Disdukcapil Cianjur
Penelusuran melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tidak menemukan adanya data kependudukan dengan nama tersebut
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Oktober 2025
Viral Warga Israel Diduga Punya KTP Indonesia, Begini Penjelasan Disdukcapil Cianjur
Indonesia
Novel Baswedan: TWK KPK Manipulatif, Pimpinan Baru Jangan Lanjutkan Kebijakan Firli
Novel tegaskan proses TWK yang menjadi dasar pemberhentian puluhan pegawai itu sarat dengan manipulasi dan pelanggaran hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Oktober 2025
Novel Baswedan: TWK KPK Manipulatif, Pimpinan Baru Jangan Lanjutkan Kebijakan Firli
Lifestyle
7 September Memperingati Hari Apa? Munir Meregang Nyawa di Udara
7 September memperingati hari apa? 1. Hari Kemerdekaan Brasil, 2. ari Udara Bersih Internasional, 3. National Beer Lovers Day, selengkapnya
ImanK - Sabtu, 06 September 2025
7 September Memperingati Hari Apa? Munir Meregang Nyawa di Udara
Indonesia
Golkar Siapkan Posisi Jika Setnov Mau Aktif Lagi di Kepengurusan Partai
Golkar juga tidak pernah menolak kader yang ingin kembali aktif dalam kepengurusan partai.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Golkar Siapkan Posisi Jika Setnov Mau Aktif Lagi di Kepengurusan Partai
Indonesia
Golkar Tegaskan Setnov Tidak Pernah Dipecat, Statusnya Masih Kader Beringin
Golkar tidak pernah mengeluarkan surat pemecatan terhadap Setnov sejak berstatus tersangka pada 2017 silam hingga saat ini.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Golkar Tegaskan Setnov Tidak Pernah Dipecat, Statusnya Masih Kader Beringin
Indonesia
Menteri Hukum Tegaskan Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Murni Wewenang Pengadilan
Menteri Hukum, Suparatman Andi Agtas menegaskan, bahwa pembebeasan bersyarat Setya Novanto murni wewenang pengadilan.
Soffi Amira - Selasa, 19 Agustus 2025
Menteri Hukum Tegaskan Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Murni Wewenang Pengadilan
Indonesia
ICW Kritik Pembebasan Bersyarat Setya Novanto, Sebut Kemunduran dalam Pemberantasan Korupsi
ICW mengkritik pembebasan bersyarat Setya Novanto. Mereka menyebutkan, adanya kemunduran dalam pemberantasan korupsi.
Soffi Amira - Selasa, 19 Agustus 2025
ICW Kritik Pembebasan Bersyarat Setya Novanto, Sebut Kemunduran dalam Pemberantasan Korupsi
Bagikan