Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IPW Desak Polda Metro Jaya Usut Kasus Pengeroyokan Wartawan di Satpas SIM

Andika Pratama - Kamis, 30 Januari 2020

MerahPutih.com - Kasus penganiayaan wartawan di depan Satpas SIM yang diduga dilakukan para calo menunjukkan bahwa para calo masih bebas bergentayangan di luar kantor Satpas SIM.

Kasus ini pun juga menunjukkan bahwa aksi premanisme makin nekat menyerang wartawan yang bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya. Terkait hal itu, Ketua Presidium IPW, Neta S Pane berharap paguyuban wartawan Polda Metro Jaya jangan mendiamkan kasus ini.

Baca Juga

Polisi Bantah Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Satpas SIM Bukan Calo

“Mereka harus bergerak melakukan investigasi untuk mencari tahu siapa pelakunya, kenapa pelaku menganiaya wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik di lingkungan satpas SIM dan apakah ada oknum yang menyuruhnya melakukan penganiayaan untuk menghalang-halangi tugas jurnalistiknya,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (30/1).

Jika paguyuban wartawan tidak bertindak, bukan mustahil anggota mereka satu persatu nantinya dianiaya preman maupun calo. Sebab korban penganiayaan kemarin adalah wartawan Tribrata yang bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya, yang sesungguhnya sangat dekat dengan tugas-tugas kepolisian.

Neta
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane. Foto: MP/Kanu

“Tapi para calo tetap saja nekat menganiayanya. Selama ini dari pengamatan IPW memang cukup banyak para preman dan calo yang menawarkan pembuatan SIM di luar kantor satpas SIM. Setiap orang yang melintas mereka datangi dan bisik bisik menawarkan pengurusan SIM. Karena mereka beraksi di jalanan dan di luar satpas SIM, sulit bagi aparat keamanan untuk menghalaunya,” kata Neta.

Meski demikian aksi calo di jalanan di depan Satpas SIM ini tetap bisa dikendalikan, jika Kapolda Metro Jaya memang mau berantas percaloan SIM di lingkungan kerjanya. Yakni di depan kantor satpas SIM dipasang sejumlah CCTV yang dikontrol anggota Propam.

Baca Juga

Ungkap Dugaan Keberadaan Calo di Satpas SIM Daan Mogot, Wartawan Dikeroyok

Sehingga pergerakan para calo bisa dipantau dan segera ditangkap. Jika Polda Metro Jaya tidak punya anggaran untuk membeli CCTV di depan kantor satpas SIM, IPW siap memberi sumbangan CCTV ke Polda.

Selain itu jaringan calo tersebut harus diungkap, agar diketahui siapa backup mereka di dalam satpas SIM sehingga para calo itu tetap nekat beraksi. (Knu)

Baca Artikel Asli