Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IMF Minta Berbagai Negara Kurangi Beban Utang

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 April 2023

MerahPutih.com - Lonjakan utang terus terjadi sejak 2020 hingga hampir 100 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dalam dua tahun terakhir, utang global membukukan penurunan tertajam dalam beberapa dekade dan mencapai 92 persen dari PDB pada akhir tahun lalu, yang masih sekitar 8,0 poin persentase di atas proyeksi sebelum pandemi.

Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak para pembuat kebijakan fiskal untuk mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih ketat guna membantu bank-bank sentral melawan inflasi.

Baca Juga:

"Di tengah inflasi tinggi, pengetatan kondisi pembiayaan, dan peningkatan utang, para pembuat kebijakan harus memprioritaskan menjaga kebijakan fiskal konsisten dengan kebijakan bank sentral untuk mendorong stabilitas harga dan keuangan," kata dalam rilis Monitor Fiskal terbarunya.

Laporan tersebut menegaskan, banyak negara akan memerlukan sikap fiskal yang ketat untuk mendukung proses disinflasi yang sedang berlangsung - terutama jika inflasi tinggi terbukti lebih bertahan.

"Kebijakan fiskal yang lebih ketat akan memungkinkan bank sentral menaikkan suku bunga kurang dari yang seharusnya, yang akan membantu membatasi biaya-biaya pinjaman untuk pemerintah dan menjaga kerentanan keuangan," kata ekonom IMF Francesca Caselli dan rekan-rekannya dalam rilisnya.

IMF mencatat, kebijakan fiskal yang lebih ketat membutuhkan jaring pengaman yang ditargetkan lebih baik untuk melindungi rumah tangga yang paling rentan, termasuk mengatasi kerawanan pangan, sambil menahan pertumbuhan pengeluaran secara keseluruhan.

Tercatat, di negara-negara berkembang berpendapatan rendah, biaya pinjaman yang lebih tinggi juga membebani keuangan publik, dengan 39 negara sudah berada dalam atau hampir mengalami kesulitan utang.

IMF meminta para pembuat kebijakan untuk meningkatkan upaya buat mengembangkan kerangka kerja fiskal berbasis risiko yang kredibel yang mengurangi kerentanan utang dari waktu ke waktu dan membangun ruang yang diperlukan untuk menangani guncangan di masa depan.

IMF mengatakan kerja sama internasional untuk membantu negara-negara ini menyelesaikan beban utang yang tidak berkelanjutan secara teratur dan tepat waktu.

Baca Juga:

Luhut Pastikan Indonesia Tak Ikut Antre Jadi Pasien IMF

Baca Artikel Asli