MERAHPUTIH.COM - TREN 'Air Gunung Kawi' mendadak menjadi perhatian pengguna media sosial. Bukan karena khasiatnya, melainkan karena aksi sejumlah anak muda yang menggunakan nama tersebut sebagai bagian dari strategi pemasaran kreatif.
Aksi tersebut dilakukan sekelompok anak muda di kawasan car free day (CFD) Cibinong, Bogor. Mereka menawarkan air mineral kemasan dengan mengganti label promosi menggunakan poster bertuliskan 'Air Gunung Kawi'.
Faktanya, minuman yang dijual merupakan air mineral biasa. Strategi pemasaran tersebut justru menarik perhatian pengunjung CFD. Sejumlah orang tertarik membeli hingga aksi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca juga:
Gunung Kawi Tak Melulu Mistis, Matoha Mino Angkat Cerita Lain Lewat Karya Musik
Memanfaatkan Mitos Gunung Kawi
Di balik viralnya istilah 'Air Gunung Kawi', terdapat mitos yang telah lama beredar di masyarakat mengenai Gunung Kawi, Jawa Timur. Dalam sejumlah kepercayaan masyarakat, kawasan tersebut kerap dikaitkan dengan aktivitas ngalap berkah atau mencari keberuntungan melalui ritual tertentu.
Air dari kawasan Gunung Kawi dipercaya sebagian orang memiliki khasiat tertentu, seperti untuk pengobatan maupun perlindungan. Namun, klaim mengenai khasiat atau kekuatan khusus tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan mitos yang berkembang di masyarakat, bukan fakta medis yang telah terbukti secara ilmiah.
Dalam perspektif Islam, praktik ritual yang meminta perlindungan, pertolongan, atau kekuatan kepada selain Allah dipandang sebagai perbuatan syirik dan termasuk dosa besar. Oleh karena itu, penggunaan air untuk ritual tertentu yang mengandung keyakinan semacam tersebut tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Fenomena 'Air Gunung Kawi' di CFD Cibinong pada akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah istilah yang lekat dengan mitos dapat dikemas menjadi strategi pemasaran kreatif dan kemudian berkembang menjadi konten viral di media sosial.(tka)
Baca juga:
Jangan Sampai Pingsan! Air Mineral Bisa Jadi Penyelamat Warga dari Panas Ekstem Jakarta