MerahPutih.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat (Kanwil Ditjenpas Jabar) mengklarifikasi bangunan berfasilitas lengkap mirip apartemen yang ditemukan Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong merupakan rumah dinas jabatan resmi.
"Di sana terdapat beberapa rumah dinas jabatan, jadi yang dimaksud kemarin didatangi oleh tim Ombudsman adalah rumah dinas jabatan dengan SK rumah jabatan," kata Kepala Kanwil (Kakanwil) Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, kepada media di Lapas Cibinong, Kamis (24/9).
Baca juga:
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Fasilitas Bisa Dipakai Napi Program Asimilasi
Kakanwil menjabarkan lokasi yang didatangi tim Ombudsman merupakan bangunan rumah dinas kepala lapas (Kalapas) Cibinong, rumah kepala seksi (kasi), dan rumah asimilasi.
Menurut dia, area itu memang masuk kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang juga difungsikan sebagai sarana pendukung kegiatan pembinaan warga binaan.
Yudi menjelaskan narapidana warga binaan yang mengikuti program asimilasi dapat beraktivitas di kawasan tersebut dari pagi hingga sore, termasuk menggunakan rumah singgah untuk beristirahat.
Kalau ada rumah singgah itu hanya untuk sebetulnya sifatnya mereka bisa istirahat di situ, yang diasimilasi di sana,
Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno
Baca juga:
Isi 'Sel Sultan Napi Tajir' Lapas Cibinong, 10 Unit Standar Apartemen Punya Parkiran VVIP
Investigasi Isu Sewa Kamar, Temuan Alkohol, Hingga Dugaan Pungli
Namun, Yudi menegaskan kini masih terus dilakukan pendalaman guna memastikan penggunaan fasilitas sarana dan prasarana rumah dinas itu tidak menyimpang dari Surat Keputusan (SK) peruntukan awal. Tim gabungan dari Ditjenpas pusat dan Kanwil Jabar telah diterjunkan sejak Rabu (23/9) malam.
Pendalaman termasuk mengusut rumor informasi Ombudsman terkait komersialisasi rumah dinas kepada narapidana, temuan minuman beralkohol, hingga dugaan pungutan liar sebesar Rp 150 ribu per minggu.
"Manakala ada hal-hal yang mungkin terdapat tidak pada mestinya, tetap komitmen pimpinan, kita akan lakukan pemeriksaan dan akan kita tindak lanjuti, kita tindak sesuai dengan porsinya secara proporsional," tandasnya. (*)