Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya

Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini kembali menelan pil pahit dengan ditutup melemah ke level Rp17.981 per dolar AS. Penurunan kurs rupiah ini secara langsung menjawab keresahan pasar terkait rencana pengetatan moneter lanjutan dari The Fed yang bikin mata uang Paman Sam makin perkasa.

Buat kamu para pelaku bisnis atau yang sering mantau pasar valas, bersiaplah karena volatilitas rupiah tampaknya masih akan membayangi sepanjang pekan.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?

Pada penutupan perdagangan Selasa, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebenarnya cuma bergeser tipis 3 poin (0,02 persen) dari posisi sebelumnya di angka Rp17.978.

Meski begitu, tekanan terhadap kurs rupiah hari ini membuktikan betapa sensitifnya pasar kita terhadap sentimen eksternal.

Hal ini makin dipertegas oleh data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang mencatat rupiah melemah ke posisi Rp17.998 per dolar AS, turun lumayan kerasa dibandingkan hari sebelumnya yang masih bertengger di Rp17.965.

Alasan Rupiah Melemah: Bayang-bayang The Fed dan Meroketnya Harga Minyak

Pecahan

Apa sih yang bikin mata uang Garuda susah banget buat bangkit? Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, dalang utama di balik lesunya pasar mata uang kita adalah sikap bank sentral Amerika Serikat.

Tingginya harga minyak dunia saat ini bikin para investor makin waswas dan merombak ekspektasi mereka.

Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir,

jelas Ibrahim.

Berdasarkan pantauan data CME FedWatch, saat ini ada peluang sebesar 70 persen bagi The Fed untuk kembali memanaskan mesin dan mengerek suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang.

Peluang ini makin kuat setelah munculnya sederet pernyataan bernada hawkish (agresif) dari para petinggi The Fed pekan lalu.

Pasar Wait and See: Rentetan Agenda Ekonomi AS & Ketegangan Geopolitik

Nggak cuma nungguin statement pejabat The Fed, minggu ini pasar juga lagi deg-degan nungguin rilis agenda ekonomi AS yang super padat. Beberapa indikator penting yang bakal jadi penentu arah pergerakan dolar AS antara lain:

  • Rabu (30/9): Rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE).

  • Kamis (1/10): Rilis data ISM Manufacturing PMI.

  • Jumat (2/10): Laporan tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP).

Di luar urusan kalender ekonomi, pergerakan kurs juga sangat dipengaruhi oleh drama geopolitik global. Saat ini, pasar menaruh perhatian pada potensi pembicaraan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai jalan damai untuk menyudahi perang.

Kabarnya, obrolan ini bakal fokus ke revisi proposal gencatan senjata tujuh hari yang sempat disodorkan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Baca juga:

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska

"Rencana tujuh hari Iran tersebut mencakup penghentian segala permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran," tutup Ibrahim.

Dengan banyaknya sentimen yang campur aduk ini, pergerakan rupiah ke depannya masih butuh katalis positif yang kuat untuk bisa kembali memukul mundur dominasi dolar AS.

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Anjlok #Rupiah Melemah #Dolar AS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah ke level Rp17.981 per dolar AS gara-gara ancaman pengetatan kebijakan The Fed dan naiknya harga minyak. Cek analisis kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Nilai tukar Rupiah hari ini tembus Rp18.000 per dolar AS. Simak penjelasan lengkap Bank Indonesia (BI) soal penyebab dolar naik tajam dan strategi intervensi pasarnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Indonesia
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Tersengat Harga Minyak dan Agresivitas The Fed
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini ditutup melemah imbas tingginya harga minyak dunia dan sikap hawkish The Fed. Cek analisis lengkap dan proyeksinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Tersengat Harga Minyak dan Agresivitas The Fed
Indonesia
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah? Kabar baik, bursa saham dan mata uang kita kompak menguat pada Jumat pagi! Cek rincian datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Indonesia
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Penasaran kenapa nilai tukar rupiah hari ini kembali anjlok terhadap dolar AS? Cek analisis lengkap efek suku bunga The Fed dan prediksi pergerakan kurs rupiah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.670, Pergerakan IHSG Hari Ini Sukses Beri Kejutan Positif
Cari tahu pantauan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS yang sedikit tertekan, lengkap dengan update pergerakan IHSG dan saham LQ45 yang justru dibuka menghijau. Simak rangkuman datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 15 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.670, Pergerakan IHSG Hari Ini Sukses Beri Kejutan Positif
Bagikan