Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 57 menit lalu
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi

Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (15/10) kembali tergelincir loyo ke level Rp17.948.

Tersungkurnya kurs rupiah hari ini yang merosot hingga 45 poin (0,25 persen) dari penutupan kemarin langsung dipicu oleh memanasnya rapor inflasi AS terbaru.

Kondisi pasar global yang tengah bergejolak ini tentu membuat prediksi kurs rupiah kian tertekan dan memaksa para investor untuk buru-buru mengatur ulang strategi portofolio mereka.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Loyo Terseret Efek Kejut Data Inflasi AS dan Merahnya Bursa Asia

Fenomena rupiah melemah pagi ini memang tidak bisa dilepaskan dari imbas kejutan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang merangsek naik tajam.

Lonjakan biaya energi di negeri paman sam seketika membuat posisi dolar AS makin di atas angin, sehingga menggilas mata uang emerging market termasuk garuda.

Pelaku pasar kini makin waswas menghadapi potensi sikap agresif bank sentral Amerika, The Fed, yang diproyeksikan akan kembali mengerek suku bunga pada akhir tahun.


Biang Kerok Anjloknya Rupiah: Inflasi Amerika yang Bandel

Pecahan

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, membedah lebih dalam alasan di balik keperkasaan dolar AS yang menekan rupiah. Lonjakan inflasi yang terus terjadi di Amerika Serikat menjadi aktor utamanya, di mana angka-angka terbaru menunjukkan tren yang melampaui ramalan pasar.

Berdasarkan analisis data makroekonomi terkini, berikut adalah rincian pemicu gejolak pasar saat ini:

  • Inflasi Headline Meroket: Secara tahunan, inflasi umum di AS melesat menyentuh angka 3,7 persen year on year (YoY), jauh melampaui konsensus pasar yang hanya menebak di angka 3,6 persen YoY. Angka ini mencetak rekor tertinggi sejak Mei 2026 akibat mahalnya biaya energi.

  • Inflasi Inti Ikut Panas: Bukan cuma energi, inflasi inti juga ikut-ikutan naik tajam menjadi 2,6 persen YoY (ekspektasi awal hanya 2,5 persen YoY) yang didorong oleh mahalnya biaya tempat tinggal (shelter) dan kendaraan.

Inflasi CPI AS meningkat sebesar 0,6 persen MoM (Month on Month) pada September 2026, meningkat dari 0,4 persen MoM pada bulan sebelumnya, namun masih sesuai dengan ekspektasi pasar,

jelas Josua.


Ancaman Sikap Hawkish The Fed di Depan Mata

Kombinasi data ekonomi yang serba mahal di Amerika ini otomatis mengubah arah angin kebijakan moneter global.

Investor kini membaca situasi ini sebagai sinyal kuat bahwa The Fed tidak akan ragu untuk terus bersikap keras (hawkish) demi menjinakkan inflasi negaranya.

Baca juga:

Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?

"Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan tersebut memperkuat ekspektasi terhadap sikap The Fed yang hawkish, sehingga mendukung penguatan dolar AS," ungkap Josua dinukil Antara.

Sampai dengan pagi ini, mayoritas pelaku pasar dan investor masih meyakini bahwa langkah pengetatan lanjutan berupa kenaikan suku bunga acuan The Fed akan benar-benar dieksekusi pada bulan Desember 2026 mendatang.

Sentimen inilah yang diperkirakan bakal terus membayangi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Anjlok #Rupiah Melemah #Dolar AS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi
Pantau pergerakan nilai tukar rupiah hari ini! Kurs rupiah anjlok ke Rp17.948 per dolar AS imbas melonjaknya data inflasi CPI Amerika dan ancaman suku bunga The Fed.
Angga Yudha Pratama - 57 menit lalu
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi
Indonesia
Rupiah Hari Ini Lesu ke Rp17.903, Investor Tahan Napas Tunggu Data Inflasi AS!
Cek update nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Kurs rupiah ditutup melemah tipis di Rp17.903 imbas penantian pasar atas data inflasi AS dan The Fed.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Lesu ke Rp17.903, Investor Tahan Napas Tunggu Data Inflasi AS!
Olahraga
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Pergerakan IHSG anjlok parah ke level 6.031 dan nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp17.915 per USD. Simak rincian pergerakan pasar selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Indonesia
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Cari tahu penyebab nilai tukar rupiah hari ini menguat tajam terhadap dolar AS. Cek update terbaru pergerakan kurs JISDOR dan imbas inflasi Amerika Serikat di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Indonesia
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp18.000 akibat naiknya harga minyak global imbas konflik AS-Iran dan perombakan kabinet Prabowo. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Indonesia
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Indonesia
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sukses menguat tajam ke level Rp17.894! Simak faktor utamanya, mulai dari manuver berani Bank Indonesia hingga anjloknya harga minyak dunia.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Indonesia
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Nilai tukar rupiah hari ini terpantau menguat terhadap dolar AS berkat anjloknya harga minyak dunia dan intervensi sigap Bank Indonesia. Cek prediksi kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Indonesia
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah ke level Rp17.981 per dolar AS gara-gara ancaman pengetatan kebijakan The Fed dan naiknya harga minyak. Cek analisis kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Bagikan