Fungsi Baru Pelabuhan Kijing Kalimantan Barat di Dunia CPO
Selasa, 21 Januari 2025 -
MerahPutih.com - Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat kini sudah menjalankan fungsi barunya. PT Pelindo 2 menegaskan saat ini pelabuhan itu sudah menjadi area konsolidasi untuk pengelolaan dan ekspor minyak mentah atau CPO.
"Hal itu karena saat ini CPO yang dikeluarkan dari Pelabuhan Kijing bukan hanya CPO lagi namun sudah banyak turunan lainnya," kata Manager Komersial PT Pelindo 2, Hervin Bayu Sanjaya, di Pontianak, Selasa (21/1).
Hervin menjelaskan posisi Pelabuhan Kijing yang strategis dengan dermaga kedalaman 16 meter membuat kapal besar bisa bersandar, sehingga menjadi daya tarik untuk pelabuhan ekspor.
Baca juga:
"CPO yang masuk ke Pelabuhan Kijing itu yang kemudian diekspor keluar atau diolah di sini bukan hanya dari Kalimantan Barat namun juga sudah dari Sumatera dan kawasan Kalimantan serta lainnya," tutur dia, dikutip Antara.
Pada 2024 lalu, arus komoditi curah cair yang terdiri CPO dan turunnya yang bongkar muat melalui Terminal Kijing mengalami kenaikan sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya.
"2023 bongkar muat curah cair di Pelabuhan Kijing ini 1,6 juta ton. Pada 2024 meningkat 12 persen atau menjadi 1,8 juta ton," tandas petinggi Pelindo 2 itu.
Baca juga:
Jokowi Ingin Jadikan Terminal Kijing Kawasan Pelabuhan Terbesar di Kalimantan
Sejak diresmikan pada 2020 lalu, negara tujuan ekspor melalui Pelabuhan Kijing yakni ke Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, India, Bangladesh, Pakistan, China dan Korea Selatan.
Komoditas yang diekspor seperti RBD Palm Olein, Glycerine, RBD Palm Oil, Palm Fatty Acid Distillate, Palm Kernel Expeller, RBD Palm Kernel Oil, CPO Curah, Palm Oil Mill Effluent, RBD Palm Stearin Curah dan Fatty Acid Methyl Ester. (*)