Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog, Jakarta. (ANTARA/HO-Bulog)
MerahPutih.com - Pemerintah memberikan sinyal bakal melakukan ekspor beras tahun ini dengan menyiapkan 1 juta ton beras premium, usai Indonesia mencapai swasembada komoditas beras.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan keberlanjutan swasembada beras Indonesia yang telah dicapai pada tahun 2025 dapat berlanjut pada ekspor komoditas pangan strategis tersebut.
"Kemarin sudah diumumkan adalah swasembada pangan (komoditas beras) di 2025 dan itu kita pertahankan dan targetnya bukan hanya swasembada, tapi bisa ekspor. Insya Allah ke depan hitung-hitungan di atas kertas optimis kita bisa mencapai itu," kata Sudaryono di Jakarta, Senin (12/1).
Sudaryono menekankan optimisme itu usai Rapat Serap Gabah 2026 secara terbatas bersama Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyepakati target penyerapan gabah setara beras 4 juta ton sepanjang tahun 2026.
Baca juga:
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Ia menuturkan seluruh persiapan dan strategi menjaga swasembada beras pada 2026 berjalan sesuai jalur (on track), didukung penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Sudaryono menegaskan capaian 2025 dijadikan autopilot, sementara 2026 membidik target baru dengan mempertahankan swasembada pangan, meningkatkan efisiensi, serta memperluas nilai tambah melalui peluang ekspor beras.
"Ini kan adalah tanggal 12 Januari 2026. Jadi kita ingin memulai segala sesuatu dalam setahun ini betul-betul on track. Apa yang sudah berhasil di tahun 2025 itu kemudian bagaimana itu menjadi autopilot. Kemudian kita capai hal-hal yang baru di tahun 2026," ucap Sudaryono.
Sudaryono optimistis ekspor beras dapat dilakukan seraya meminta dukungan dari publik, karena kesiapan produksi dan stok di gudang Perum Bulog yang mencapai 3,25 juta ton di awal 2026 ini, memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus pasar internasional.
Kolaborasi satu komando dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan terpadu, responsif, serta berdampak langsung bagi petani dan stabilitas pangan nasional.
"Mohon doa dan kita kolaborasi maksimal. Artinya produksi nasional kita naik (dari 30 juta ton di 2024 menjadi 34,7 juta ton di 2025), petani kita sejahtera, kita tidak impor, dan ini menjadi tonggak sejarah baru di era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," imbuh Sudaryono.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Kementan Gagalkan Penyelundupan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal, DPR: Lindungi Petani Lokal
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Pemerintah Haramkan Masuknya Beras dan Gula dari Luar Tahun Ini, Stok Nasional Melimpah Ruah
Produk Sabun Batang Indonesia Jadi Favorit Buat Bingkisan di Taiwan
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah