14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Beras yang dijual pedagang di Pasar Karang Anyar, Jakarta. ANTARA/Harianto
Merahputih.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjamin pasokan beras di wilayah terdampak bencana di Sumatera saat ini berada dalam posisi sangat aman.
Hal ini menyusul penugasan pemerintah untuk melipatgandakan cadangan pangan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal di setiap kabupaten dan kota yang terdampak.
Kebijakan strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Baca juga:
Pemerintah Haramkan Masuknya Beras dan Gula dari Luar Tahun Ini, Stok Nasional Melimpah Ruah
"Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota," kata Rizal.
Tujuannya adalah memastikan pemerintah daerah memiliki cadangan pangan yang cukup dan tidak mengalami kelangkaan saat terjadi lonjakan kebutuhan mendadak di masa darurat.
Distribusi Masif di Aceh dan Sumatera Utara
Rizal mencontohkan respons cepat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Permintaan tambahan 1.000 ton beras langsung dipenuhi menjadi 3.000 ton guna menjamin ketersediaan selama masa tanggap darurat banjir.
Saat ini, total stok beras di Aceh mencapai 75.000 ton, sementara di Sumatera Utara tersedia 125.781 ton yang siap disalurkan kapan saja.
Untuk daerah yang tidak memiliki gudang sendiri, Bulog melakukan langkah taktis dengan memanfaatkan fasilitas publik seperti Gedung Olahraga (GOR) di Aceh Tamiang sebagai gudang sementara. Langkah ini diambil guna mempercepat birokrasi penyaluran dari tingkat kabupaten hingga ke kecamatan dan desa-desa terpencil.
Baca juga:
Prakiraan BMKG 2026: Sumatera Hingga Jawa Bagian Utara Bakal Berasa 'di Atas Kompor'
Solusi Logistik Jalur Udara dan Laut
Kendala utama di lapangan adalah terputusnya akses darat akibat jembatan yang rusak. Menanggapi tantangan ini, Bulog bersinergi dengan TNI AU, TNI AL, dan BNPB untuk mengirimkan bantuan melalui jalur alternatif.
"Jika akses darat terputus, kita gunakan jalur udara melalui helikopter maupun pesawat Hercules milik TNI AU," jelas Rizal.
Hingga 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 14.227 ton beras telah disalurkan untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Sumatera, dan angka ini akan terus bertambah sesuai dinamika di lapangan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
Harga Terbaru Komoditas Pangan 22 Desember: Cabai Hingga Bawang Merah Turun
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Bansos Pangan di Daerah Bencana Dipercepat, Beras 34 Juta Kg dan Minyak Goreng 6,8 Juta Kg
Bulog Tambah Pasokan Beras ke Dearah Bencana Sumatra, Pastikan Kebutuhan Tercukupi