Pembahasan Tarif Ekspor ke AS Belum Rampung, Airlangga Ingin Beberapa Komoditas Nol Persen
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenpan RB
MerahPutih.com - Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penurunan tarif bagi sejumlah produk Indonesia dari ancaman awal 32 persen menjadi 19 persen. Namun, beberapa poin perjanjian masih belum rampung.
Saat ini, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tengah melakukan negosiasi tahal akhir untuk pembebasan tarif bagi sejumlah komoditas unggulan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan, seluruh proses negosiasi dagang Indonesia-AS selesai tahun ini.
"Sebetulnya hampir semua teks sudah kita bahas. Jadi kita juga sudah kirim dengan Amerika, tinggal finalisasi legal draftingnya. Targetnya ya tahun ini," kata Airlangga saat acara The 13th US-Indonesia Investment Summit & Presentasi Laporan Investasi US-Indonesia 2025 di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Senin (17/11).
Baca juga:
Prabowo Yakinkan Perundingan Tarif Ekspor Nol Persen Dengan AS Masih Berlangsung
Airlangga mengungkapkan, sejumlah komoditas Indonesia yang tidak diproduksi di AS dipastikan akan mendapatkan pembebasan tarif masuk seperti minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), karet, teh, dan kopi.
"Yang tidak diproduksi oleh Amerika seperti CPO, karet, teh, kopi, rubber, dan sebagainya," urainya.
Sementara itu, komoditas seperti tekstil dan alas kaki masih dalam pembahasan.
"Masih dalam pembicaraan," ucapnya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Perdana Kirim Produk Tetes Tebu ke Australia, Buka Diversifikasi Ekspor
Cadangan Devisa Indonesia Cukup Buat 6 Bulan Ekspor
Warga Asal Negara Dengan Pemerintahan Tidak Stabil Bakal Sulit Masuk AS
Lawan Rencana Agresi Militer AS ke Venezuela, Kuba: Kawasan Amerika Latin-Karibia Zona Damai
Trump Ultimatum Maduro Segera Tinggalkan Venezuela, AS Bersiap Lakukan Operasi Darat
4 Dari 14 Orang Korban Penembakan di California Utara Meninggal, Penembakan Terjadi Saat Ulang Tahun
Perdagangan Luar Negeri Indonesia Masih Untung
Ekspor Perdana Fronx dan Satria, Suzuki Tegaskan Indonesia sebagai Basis Produksi Global
Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik
Pembahasan Tarif Ekspor ke AS Belum Rampung, Airlangga Ingin Beberapa Komoditas Nol Persen