Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MERAHPUTIH.COM — PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump berencana membubarkan salah satu lembaga riset iklim terkemuka di dunia. Alasan pembubaran yakni kekhawatiran terhadap apa yang disebutnya sebagai alarmisme iklim. Rencana tersebut sontak menuai penolakan.
National Center for Atmospheric Research (NCAR), yang didirikan pada 1960 sebagai pusat riset dan pendidikan yang didanai pemerintah federal dan berbasis di Boulder, Colorado, akan dipecah. Demikian diungkap Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, Russ Vought, dalam pernyataannya di platform media sosial X. Ia menambahkan setiap kegiatan NCAR yang dinilai vital akan dipindahkan ke entitas atau lokasi lain.
“Fasilitas ini merupakan salah satu sumber terbesar alarmisme iklim di negara ini,” ujar Vought.
USA Today melaporkan langkah pembubaran NCAR akan dimulai segera. Rencana itu meliputi menutup sepenuhnya Laboratorium Mesa milik pusat tersebut.
Kevin Trenberth, peneliti senior NCAR, mengatakan kepada Washington Post bahwa pemecahan laboratorium tersebut akan menyebabkan hilangnya riset ilmiah dalam skala besar. Trenberth, yang juga merupakan akademisi kehormatan bidang fisika di University of Auckland, Selandia Baru, menegaskan pusat tersebut sangat penting bagi pencarian terobosan-terobosan mutakhir dalam ilmu iklim.
Baca juga:
Banjir Bandang di Sumatra, Presiden Perintahkan Pemda Siap Hadapi Perubahan Iklim
Gubernur Colorado dari Partai Demokrat Jared Polis mengatakan dalam pernyataan pada Selasa bahwa ia belum diberi pengarahan mengenai rencana tersebut oleh pejabat Gedung Putih. Namun, ia menekankan bahwa sebagian pekerjaan NCAR menyediakan data mengenai peristiwa cuaca ekstrem yang membantu negara tersebut menyelamatkan nyawa dan harta benda, serta mencegah kehancuran bagi banyak keluarga.
“Jika ini benar, keselamatan publik berada dalam risiko dan sains sedang diserang. Jika pemotongan ini diteruskan, kita akan kehilangan keunggulan kompetitif terhadap kekuatan dan pihak asing dalam upaya penemuan ilmiah,” tegas Polis.
Dalam masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump berupaya membatalkan berbagai inisiatif energi bersih dan iklim yang dibentuk di bawah pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Trump kerap menyebut perubahan iklim sebagai tipuan. Dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September lalu, Trump menyebut perubahan iklim sebagai tipuan terbesar yang pernah dilakukan terhadap dunia.(dwi)
Baca juga:
Forum Indonesia Climate Change Forum (ICCF) 2025 Bahas RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
Bagikan
Berita Terkait
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru
Ribuan Video dan Foto Kasus Epstein, Publik Lapar dan Haus Informasi Kejahatan
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz