Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump

Flag off ekspor Suzuki Fronx dan Satria di Plant Cikarang, Selasa (18/11). (Foto MerahPutih.com/Ananda Dimas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kombinasi hambatan perdagangan global dan tekanan biaya produksi di dalam negeri membuat capaian ekspor Indonesia pada 2025 tidak sesuai dengan target pemerintah.

Tantangan serupa bahkan berpotensi lebih berat pada 2026, seiring kebijakan perdagangan AS yang semakin ketat dan risiko inflasi produsen di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menyebut penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat serta pelemahan harga komoditas andalan menjadi faktor utama ekspor Indonesia pada 2025 tidak mencapai target pemerintah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD 282,91 miliar, tumbuh 6,15 persen secara tahunan. Namun, capaian tersebut masih di bawah target pemerintah sebesar USD 294,45 miliar.

Baca juga:

Ratusan Kontainer Limbah B3 Masuk Batam, Puluhan Diputus Reekspor oleh Bea Cukai

Ia menilai meski ekspor meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejumlah faktor eksternal dan domestik menahan laju pertumbuhan.

“Ekspor itu sifatnya lintas sektoral. Kekuatan ekspor kita dipengaruhi dari hulu, mulai dari daya saing pembelian bahan baku, tenaga kerja, hingga sinkronisasi kebijakan. Semua itu berujung pada daya saing ekspor,” kata Faisal.

Ia menjelaskan sebelum tarif resiprokal diberlakukan oleh Amerika Serikat, ekspor Indonesia sempat tumbuh cukup tinggi dan berpotensi tumbuh 7 persen.

Namun, tren melemah terjadi sejak Agustus 2025, diperburuk oleh penurunan harga komoditas utama seperti batu bara.

“Faktor eksternal dari perlakuan tarif oleh AS mempengaruhi ekspor kita. Walaupun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, tapi tidak mencapai target,” ujarnya.

Selain faktor eksternal, Faisal menyoroti tantangan domestik berupa potensi inflasi produsen yang meningkatkan biaya produksi, terutama dalam pembelian bahan baku.

"Kondisi ini berdampak pada harga produk, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," katanya. (*)

#Donald Trump #Tarif Resiprokal #Tarif Trump
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Pemerintah akan menindaklanjuti proses yang telah disiapkan USTR, termasuk penyampaian tanggapan tertulis (written comment)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Indonesia
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Berdasarkan perjanjian dagang itu, Indonesia diminta untuk memberi kepastian mengenai transfer data pribadi ke AS dengan mengakui bahwa AS memiliki standar perlindungan yang setara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Dunia
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Dalam kunjungan ini, Trump membawa gerbong pengusaha kelas berat Amerika Serikat untuk memperluas ekspansi bisnis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Indonesia
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Selain membahas kedaulatan wilayah, pertemuan tersebut juga menyinggung ketegangan perdagangan dan konflik di Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Dunia
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Bagikan