Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru

Arsip - Presiden AS, Donald Trump. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Teheran dengan mengancam akan melakukan 'hal-hal yang sangat buruk' jika Iran nekat memulai kembali program nuklirnya di lokasi baru.

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News pada Rabu (4/2), tepat di tengah persiapan kedua negara untuk menggelar perundingan nuklir tidak langsung. Perundingan sendiri dijadwalkan bakal berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).

Baca juga:

Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memuncak setelah serangan militer AS pada musim panas lalu yang diklaim Trump telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran secara total.

Meski sempat muncul keraguan mengenai kelangsungan diplomasi ini, pejabat Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengonfirmasi bahwa pertemuan di Oman akan tetap berjalan sesuai jadwal.

Ancaman 'Hal Buruk' dan Negosiasi Alot

Trump mengklaim intelijen Amerika Serikat telah mendeteksi pergerakan Iran yang mencoba membangun fasilitas nuklir di wilayah lain guna menggantikan lokasi yang hancur.

Trump menegaskan bahwa pemantauan terhadap aktivitas Teheran dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada celah bagi pengembangan senjata pemusnah massal.

“Mereka mencoba kembali ke lokasi itu. Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya, kehancurannya total. Namun, mereka berpikir untuk memulai lokasi baru di bagian lain negara itu. Kami mengetahuinya. Saya berkata, ‘Jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada kalian’,” tegas Trump seperti dikutip Antara, Kamis (5/2).

Di sisi lain, laporan dari media Axios menyebutkan bahwa Washington sempat memberikan ultimatum "ambil atau tinggalkan" terkait format perundingan.

Baca juga:

Prabowo Minta Masukan Mantan Menlu dan Akademisi soal Aliansi Perdamaian Bentukan Donald Trump

Meskipun Iran sempat menolak, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk bertemu di Muscat setelah sebelumnya Istanbul juga sempat diusulkan sebagai lokasi alternatif.

Isu Pertahanan dan Spekulasi Harga Aset Aman

Perundingan ini diprediksi akan berjalan alot karena adanya perbedaan kerangka pembahasan.

Sumber dari kantor berita Mehr menyebutkan bahwa AS mencoba memasukkan isu pertahanan di luar nuklir, sementara Iran bersikukuh program mereka hanya untuk tujuan damai.

Ketidakpastian geopolitik di Teluk Persia ini biasanya memicu kekhawatiran pasar global, terutama pada komoditas aset aman seperti emas.

#Donald Trump #Nuklir Iran #Bahaya Nuklir #Senjata Nuklir #Bom Nuklir
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Dunia
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Dalam kunjungan ini, Trump membawa gerbong pengusaha kelas berat Amerika Serikat untuk memperluas ekspansi bisnis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Indonesia
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Selain membahas kedaulatan wilayah, pertemuan tersebut juga menyinggung ketegangan perdagangan dan konflik di Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Dunia
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Indonesia
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Amerika Serikat akan menghancurkan siapa pun yang mendekati persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Bagikan