MerahPutih.com - Pencairan es di kutub utara berdampak pada perubahan rotasi bumi. Pada gilirannya, perubahan rotasi akan mengakibatkan bergesernya waktu global selama beberapa detik.
"Menurut sebuah makalah baru di jurnal Nature, "detik kabisat" yang akan ditambahkan keTime Coordinated Universal Time (UTC) pada 2026 kini mungkin tertunda hingga tahun 2029, karena mencairnya es di kutub," tulis newsweek.com (27/3).
Pencairan es di kutub juga berdampak pada jaringan komputer di seluruh dunia dan dapat menjadi pertanda akan terjadinya perubahan iklim serta mencairnya es laut.
Baca juga:
Polusi Sebabkan Pemanasan Global dan Kelangsungan Hidup Beruang Kutub
Komputasi jaringan dan pasar keuangan memerlukan waktu global standar yang disediakan oleh UTC. Namun, karena rotasi bumi terkadang bervariasi, UTC disesuaikan sedikit bila dibutuhkan. Demi mempertahankan kerangka waktu yang konsisten dengan rotasi bumi relatif terhadap bintang.
Faktor-faktor yang berada jauh di dalam bumi memengaruhi kecepatan sudutnya, terutama inti luar yang cair. Kecepatan sudut inti cair ini terus menurun, mengakibatkan peningkatan kecepatan sudut bumi padat, yang berarti bumi berputar sedikit lebih cepat.
Untuk mengoreksi peningkatan kecepatan sudut ini, beberapa detik kabisat telah ditambahkan ke waktu global selama beberapa dekade terakhir. Detik kabisat negatif kemudian akan ditambahkan pada 2026.
Namun, karena es laut di kutub mencair, sistem ketepatan waktu ini mulai ditinggalkan.
Baca juga:
India jadi Negara Pertama yang Mendarat di Kutub Selatan Bulan
Pencairan es di kutub telah menaikkan permukaan air laut di seluruh dunia sehingga memindahkan massa dari kutub. Ini menurunkan kecepatan sudut planet. Oleh karena itu, penambahan detik kabisat negatif akan diperlukan pada 2029.
“Mengekstrapolasi tren inti (Bumi) dan fenomena relevan lainnya untuk memprediksi orientasi Bumi pada masa depan menunjukkan bahwa UTC seperti yang didefinisikan sekarang akan memerlukan diskontinuitas negatif pada 2029,” ungkap Duncan Agnew, peneliti dari Universitas California San Diego dalam artikel jurnalnya.
Hal ini akan menimbulkan masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam penentuan waktu jaringan komputer dan mungkin memerlukan perubahan UTC lebih awal dari yang direncanakan.
Pemanasan global dapat menyebabkan permasalahan lebih lanjut terkait ketepatan waktu pada masa depan. (dru)
Baca juga:
Ski di Kutub Selatan untuk Petualangan Paling Epik dalam Hidup