Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun

Ilustrasi kura-kura Galapagos.(foto:pen_ash-galapagos-islands)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KURA-KURA raksasa kembali berkeliaran di Pulau Floreana di Kepulauan Galapagos untuk pertama kalinya dalam lebih dari 180 tahun. Para konservasionis menyebut temuan ini sebagai tonggak yang sangat penting. Sebanyak 158 kura-kura muda hasil penangkaran dilepaskan ke pulau tersebut sebagai bagian dari Proyek Restorasi Ekologis Floreana yang dipimpin Direktorat Taman Nasional Galápagos.

Reintroduksi ini mengikuti program back-breeding yang diluncurkan pada 2017, setelah para ilmuwan menemukan kura-kura yang membawa garis keturunan kura-kura raksasa Floreana di Pulau Isabela yang berdekatan.

Spesies asli Floreana, Chelonoidis niger niger, punah pada 1840-an setelah para pelaut mengambil ribuan ekor kura-kura dari pulau tersebut untuk dijadikan sumber makanan selama pelayaran panjang.

“Pemulihan Floreana telah mencapai tonggak yang sangat signifikan, dengan 158 kura-kura raksasa hasil penangkaran dilepasliarkan ke alam liar minggu ini. Momen yang telah lama dinantikan ini memberi harapan, bukan hanya bagi masa depan Floreana, melainkan juga bagi pemulihan pulau-pulau di seluruh dunia,” kata Galapagos Conservation Trust (GCT) dalam sebuah pernyataan pada Jumat (20/2), dikutip BBC.

Baca juga:

Kura-Kura Galapagos Berumur 100 Tahun Hasilkan Anak untuk Pertama Kalinya



Kepala Eksekutif GCT Dr Jen Jones menggambarkan momen ini sebagai benar-benar membuat merinding, seraya menambahkan bahwa hal ini memvalidasi dua dekade kolaborasi antara ilmuwan, lembaga amal, dan komunitas lokal.

Proyek konservasi ini menjadi mungkin setelah para ilmuwan menemukan kura-kura yang membawa garis keturunan Floreana di Gunung Api Wolf di Pulau Isabela pada 2008. Para peneliti kemudian memilih 23 kura-kura hibrida dengan keterkaitan genetik paling dekat dengan subspesies yang telah punah dan mulai mengembangbiakkan mereka dalam penangkaran di Pulau Santa Cruz.

Hingga 2025, lebih dari 600 tukik telah dihasilkan, dengan beberapa ratus di antaranya kini cukup besar untuk bertahan hidup di alam liar.

GCT menggambarkan kura-kura raksasa sebagai insinyur ekosistem dan mengatakan bahwa mereka memainkan peran yang sangat besar dalam memulihkan ekosistem yang terdegradasi karena aktivitas mereka membentuk lanskap.(dwi)

Baca juga:

Kura-kura Berumur 100 Tahun Ini Pulang ke Habitat Aslinya Setelah Menjadi Ayah Bagi 2.000 Spesies Galapagos

#Sains #Kura-Kura Raksasa #Galapagos
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan