Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Gubernur Pramono Perintahkan BUMD Jakarta Siapkan Skenario Terburuk

Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Maret 2026

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan penguatan kebersamaan dan gotong royong warga ibu kota guna menghadapi dampak memanasnya suhu politik global antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Langkah strategis ini diambil sebagai perisai ekonomi Jakarta dalam menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk ancaman krisis pangan yang menghantui pasar internasional.

Baca juga:

Tangker di Selat Hormuz Jadi Target Serangan Balasan Iran, Kapal AS dan Inggris Terbakar

Waspada Dampak Konflik Global

Pramono menegaskan bahwa stabilitas Jakarta sangat bergantung pada soliditas masyarakatnya saat situasi dunia sedang tidak menentu. Gejolak di Timur Tengah dikhawatirkan memberikan efek domino yang dapat mengganggu rantai pasok kebutuhan pokok di Jakarta.

“Kondisi terakhir dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk itu, kebersamaan, gotong-royong, itu menjadi hal yang utama dalam rangka kita semua untuk menjaga Jakarta,” tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat.

Selain imbauan sosial, ia secara resmi telah memerintahkan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memetakan risiko dan mempersiapkan cadangan produk tertentu. Langkah mitigasi ini bertujuan agar Jakarta memiliki daya tahan tinggi jika terjadi kelangkaan barang impor akibat gangguan logistik global.

Ribuan Sapi Australia Amankan Harga Pangan

Sebagai langkah konkret menjaga daya beli warga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru saja mendatangkan 3.100 ekor sapi dari Australia pada 23 Februari lalu. Impor ini merupakan bagian dari kuota total 7.500 ekor yang dialokasikan untuk menjaga keseimbangan harga daging sapi di pasar-pasar ibu kota.

Baca juga:

Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal

Pramono memastikan bahwa skema impor ini terbukti efektif meredam gejolak harga yang biasanya terjadi saat krisis global mulai menyentuh sektor pangan.

“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan Alhamdulillah, sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” ujar Pramono.

Jika kebutuhan pasar meningkat, Pemprov DKI tidak ragu untuk menambah pesanan impor guna memastikan perut warga Jakarta tetap aman meskipun kondisi dunia sedang memanas.

Baca Artikel Asli